127 Jurnalis di 31 Negara Meninggal Dunia karena Covid-19

- Kamis, 4 Juni 2020 | 06:45 WIB
Ilustrasi jurnalis mengenakan masker. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Ilustrasi jurnalis mengenakan masker. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Press Emblem Campaign (PEC), organisasi non-pemerintah (NGO) yang bermarkas di Jenewa, Swiss, menyebutkan sedikitnya 127 jurnalis di 31 negara meninggal dunia akibat tertular Covid-19 dalam 3 bulan terakhir.

"Pekerja media berperan penting dalam perang melawan virus corona. Mereka harus memberitakan seputar penyebaran penyakit tersebut," kata Sekretaris Jenderal PEC Blaise Lempen melalui pernyataan, Selasa (2/5/2020).

"Beberapa dari mereka yang meninggal lantaran minimnya langkah perlindungan yang memadai ketika bertugas," ujar dia.

Menurut data NGO tersebut, mulai 1 Maret hingga 31 Mei, sedikitnya 127 jurnalis meninggal akibat Covid-19. Sekitar dua pertiga di antaranya sedang bertugas. Pada Mei saja tercatat ada 72 korban meninggal.

Berdasarkan wilayah, Amerika Latin menjadi benua yang paling terdampak dengan sedikitnya 62 jurnalis, diikuti oleh Eropa dengan 23 jurnalis, Asia dengan 17 jurnalis, Amerika Utara 13 jurnalis, dan Afrika dengan 12 jurnalis.

Peru merupakan negara dengan jumlah korban tertinggi yakni 15 orang,  kemudian Brazil dan Meksiko dengan masing-masing 13 korban, dan dari Ekuador 12 korban.

Sebanyak 12 jurnalis meninggal di Amerika Serikat (AS) dan 8 jurnalis masing-masing di Rusia dan Pakistan.

Selanjutnya di Inggris ada 5 jurnalis, Bangladesh 4 jurnalis, kemudian 3 jurnalis masing-masing di Bolivia, Kamerun, Republik Dominika, Prancis, India, Italia serta Spanyol.

Sedangkan di Aljazair, Kolombia, Mesir, Swedia ada 1 korban. Sementara di Austria, Belgia, Kanada, Iran, Jepang, Maroko, Nikaragua, Nigeria, Afrika Selatan, Togo dan Zimbabwe, tercatat ada 2 jurnalis.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X