Islandia Bakal Jadi yang Pertama Melarang Sunat Laki-laki

- Selasa, 20 Februari 2018 | 07:19 WIB
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – Islandia mungkin menjadi negara pertama di Eropa yang memberlakukan larangan sunat bagi anak laki-laki. Rancangan undang-undang yang tengah diajukan ini mendorong hukuman penjara selama enam tahun untuk setiap orang yang melakukan sunat untuk tujuan medis.

RUU ini membandingkan sunat laki-laki dengan mutilasi alat kelamin perempuan yang secara luas telah dilarang di Eropa. Di Islandia, mutilasi alat kelamin perempuan telah dilarang sejak 2005.

Melansir UNILAD, mereka yang mengajukan RUU tersebut beralasan jika praktik tersebut melanggar hak anak sesuai dengan Pasal 12 dalam Konvensi PBB tentang Hak Anak.

RUU tersebut juga berargumen bahwa sunat laki-laki bisa membahayakan kesehatan anak. Pasalnya, sunat sering dilakukan dalam rumah yang dianggap tidak steril. Dan, sunat tersebut tidak dilakukan oleh dokter, melainkan oleh pemimpin agama. Ada risiko infeksi yang tinggi dalam kondisi seperti itu yang bisa berujung kematian.

Namun, RUU ini juga terbukti kontroversial lantaran memicu perdebatan tentang kebebasan beragama. Konferensi Rabbi Eropa menyatakan jika sunat merupakan bagian penting dari kehidupan dan tidak ada otoritas di dunia yang melarang orang-orang Yahudi melakukan ini.

Kendati demikian, RUU larangan sunat laki-laki ini mendapat dukungan lintas partai dan dukungan kuat dari anggota masyarakat di Islandia.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

6 Negara dengan Kenaikan Tajam Kasus Omicron

Minggu, 23 Januari 2022 | 12:21 WIB

Benarkah Bob Saget Meninggal Karena Sakit Jantung?

Senin, 10 Januari 2022 | 12:46 WIB

5 Drama Korea Tayang di Disney+ Januari 2022

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:32 WIB

7 Negara dengan Kasus Omicron di Asia, Mana Saja?

Kamis, 16 Desember 2021 | 18:23 WIB
X