Ramuan Nabi Muhammad untuk Penyakit Jantung, Kenali Ciri-Ciri Gagal Jantung

- Senin, 30 Agustus 2021 | 22:31 WIB
Ramuan Nabi Muhammad untuk penyakit jantung sebenarnya sudah diperkenalkan dalam ajaran Islam. Ilmu mengenai kesehatan ini ada dalam hadis. (Pixabay/Pexels)
Ramuan Nabi Muhammad untuk penyakit jantung sebenarnya sudah diperkenalkan dalam ajaran Islam. Ilmu mengenai kesehatan ini ada dalam hadis. (Pixabay/Pexels)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM  — Ramuan Nabi Muhammad untuk penyakit jantung sebenarnya sudah diperkenalkan dalam ajaran Islam

Sebagai penguatan terhadap klaim itu dapat dilihat dari banyaknya hadis yang menceritakan tentang masalah pengobatan dari Nabi Muhamad SAW. Di antara hadis tersebut, Nabi memberikan rekomendasi obat dari pelbagai jenis tumbuhan, hewan, madu, bekam, kay, dan lainnya.

Nabi juga selalu menggunakan obat-obatan sesuai takarannya maupun dosisnya. Yang paling utama adalah mengidentifikasi penyakit serta penyebabnya. Bahkan, dalam sebuah hadis, Nabi diceritakan pernah memberikan ramuan kepada sahabat yang menderita penyakit jantung.

Dari Sa’ad mengisahkan, "Pada suatu hari aku menderita sakit, kemudian Rasulullah SAW menjengukku. Beliau meletakkan tangannya di tengah dadaku, sampai-sampai jantungku merasakan sejuknya tangan beliau. Kemudian, beliau bersabda, 'Kamu menderita penyakit jantung. Temuilah al-Harits bin Kaladah dari Bani Tsaqif karena sesungguhnya dia adalah seorang tabib (dokter), dan hendaknya dia (al-Harits bin Kaladah) mengambil tujuh buah kurma ‘ajwah, kemudian ditumbuk beserta biji-bijinya, kemudian meminumkanmu dengannya.'” (HR Abu Daud).

Dalam bukunya yang berjudul Islam & Teknologi, Ustaz Ahmad Sarwat menjelaskan, dalam hadis tersebut Rasulullah mengetahui ramuan obat apa yang sebaiknya diminum oleh penderta penyakit jantung.

Namun, Nabi Muhammad tetap meminta Sa’ad untuk menemui seorang dokter bernama al-Harits bin Kaladah. Hal ini karena Rasulullah hanya mengetahui ramuan obat secara umum. Sementara itu, al-Harits dianggap mengetahui lebih detail terkait komposisi, cara meracik, kombinasi, dan indikasinya.

Menurut Ustaz Sarwat, pengobatan ala Nabi SAW itu juga tidak seperti kisah Nabi Isa Alaihissalam dalam mengobati orang sakit. Sebab, Nabi Isa hanya dengan mengusap orang sakit, orang sakit itu langsung sembuh. Bahkan, yang mati pun bisa hidup lagi. Sebagaimana dikatakan dalam Alquran:

“Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah”. (QS Ali Imran: 49)

Ustaz Sarwat mengatakan, proses penyembuhan yang dilakukan oleh Nabi Isa itu memang semata-mata mukjizat kenabian. Karena itu, boleh jadi Nabi Isa sama sekali tidak tahu teknis sesungguhnya dalam urusan pengobatan. Sementara itu, pengobatan ala Rasulullah ini, menurut dia, 100 persen murni ilmu pengetahuan, bukan mukjizat.

Baca Juga: Ciri-ciri Jantung Lemah, Perhatikan Pantangan, Makanan, hingga Buah untuk Jantung Lemah

Ciri-Ciri Gagal Jantung

Gagal jantung berkembang ketika otot jantung menjadi lemah atau rusak dan tidak dapat memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda. Ini dapat mempengaruhi satu atau kedua sisi jantung. 

Dikutip dari Republika, gejalanya tergantung pada jenis gagal jantung yang Anda alami dan seberapa seriusnya. Anda mungkin tidak mengalami gejala sama sekali pada awalnya. Mereka biasanya menjadi lebih buruk saat kondisi Anda berkembang.

Salah satu gejala awal gagal jantung adalah sesak napas setelah melakukan aktivitas rutin seperti menaiki tangga. Saat jantung melemah, Anda mungkin mulai mengalami sesak napas saat berbaring.

Anda mungkin memiliki gejala tambahan tergantung pada sisi jantung mana yang terpengaruh. Gejala umum lainnya pada orang dengan sisi kiri gagal jantung meliputi kesulitan bernapas, batuk, kelelahan  (kelelahan ekstrem bahkan setelah istirahat), kelemahan umum, warna jari dan bibir kebiruan, kantuk, sulit berkonsentrasi, serta ketidakmampuan untuk tidur berbaring datar.

Gejala umum lainnya pada orang dengan gagal jantung sisi kanan meliputi mual dan kehilangan nafsu makan, sakit di perut, pembengkakan di pergelangan kaki, kaki, tungkai, perut, dan pembuluh darah di leher, sering buang air kecil, serta penambahan berat badan. Kelemahan dan pembengkakan pada anggota badan terjadi ketika Anda kehilangan kemampuan untuk memompa cukup darah ke area tubuh Anda yang terjauh dari jantung. Tanpa pompa yang kuat, aliran darah menurun, dan jumlah oksigen yang dikirim darah ke organ dan anggota tubuh Anda juga turun.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Awas Ukuran Penis Mengecil, Ini Penyebabnya

Senin, 17 Januari 2022 | 18:29 WIB

Video Belatung di Vagina Wanita Dr Boyke Turun Tangan

Minggu, 16 Januari 2022 | 13:55 WIB

Tips Diet dengan Konsumsi Kopi, Emang Bisa?

Minggu, 16 Januari 2022 | 11:00 WIB

Gejala DBD Anak, Waspadai Selama Musim Hujan

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:00 WIB

Cara Menyelamatkan Diri saat Gempa Bumi kata BNPB

Jumat, 14 Januari 2022 | 17:05 WIB

4 Dampak Buruk Akibat Nonton Film Porno

Jumat, 14 Januari 2022 | 12:14 WIB

10 Gejala Awal Kanker, Kenali Sebelum Terlambat

Rabu, 12 Januari 2022 | 15:55 WIB
X