Hikayat Sate Kelinci Lembang, Kuliner Legenda di KBB yang Terancam Punah

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 17:14 WIB
Pedagang sate kelinci di Lembang Rusli Ruhiyat (Ayobandung.com/Restu Sauqi)
Pedagang sate kelinci di Lembang Rusli Ruhiyat (Ayobandung.com/Restu Sauqi)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM  -- Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat tak hanya jadi surga tempat wisata. Pada dekade tahun 1990 an, kawasan ini punya ciri khas makanan yang melegenda bernama sate kelinci

Dari banyaknya jenis sate di nusantara, sate kelinci di Lembang rupanya menjadi kekayaan pangan lokal. Konon saking banyaknya permintaan, di tiap kiri-kanan jalan Lembang sudah pasti ditemukan penjual makanan itu.

Sempat mencapai puncak kejayaannya dan menjadi salah satu kudapan khas Lembang di tahun 90 an, sate kelinci kini tak banyak orang tahu. Bahkan, pedagang kuliner ini satu per satu menghilang dengan berbagai alasan mulai dari bahan baku, sepi pembeli, hingga lahan digusur tempat wisata. 

Rusli Ruhiyat (57) menjadi saksi bagaimana sate kelinci di Lembang perlahan dikenal. Menurutnya, sate kelinci paling melegenda yakni Sate Kelinci Pak Sapri yang berdiri sejak 1995.

"Dulu saya sebagai pemasok kelincinya. Tapi seiring berjalannya waktu sekitar tahun 1999 saya mulai buka kedai sate kelinci sendiri," ungkap Rusli di warung sate miliknya, Sabtu 14 Agustus 2021.

Lambat laun, kuliner khas Lembang ini merangkak naik. Aroma kenikmatan sate kelinci tercium seiring obyek wisata menjamur. Warung sate milik Rusli pun ikut ramai dan melegenda hingga lebih dari dua dekade.

Ramainya kuliner khas Lembang ini juga mengundang rasa penasaran selebriti papan atas dan beberapa chef ternama juga tak luput merasakan kelezatan sate kelinci.

"Resepnya sangat sederhana, hanya garam kecap dan beberapa bumbu dapur. Namun yang menjadi beda, warung sate kelinci di sini selalu menyajikan daging segar. Artinya sate kelinci yang disajikan selalu disembelih mendadak," papar Rusli.

Menurutnya, kelezatan daging sate bakal lebih terasa jika daging yang dibakar merupakan daging segar kurang dari satu hari.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X