‘Kawan Bicara’, Peer Counselor Bantuan Psikologis Awal untuk Mahasiswa

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 20:25 WIB
Pelatihan ini merupakan bentuk bantuan psikologis pada usia mahasiswa yang merupakan peralihan dari usia remaja akhir menuju dewasa awal. (Istimewa)
Pelatihan ini merupakan bentuk bantuan psikologis pada usia mahasiswa yang merupakan peralihan dari usia remaja akhir menuju dewasa awal. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Tim Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) memberikan bantuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Peer Counselor kepada mahasiswa.

Pelatihan ini merupakan bentuk bantuan psikologis pada usia mahasiswa yang merupakan peralihan dari usia remaja akhir menuju dewasa awal.

Menurut Ketua Pelatihan Peer Counselor, Eni Nuraeni Nugrahawati, dalam rentang usia tersebut banyak proses perkembangan psikologis yang terjadi sehingga terdapat perubahan di dalam diri mahasiswa maupun di lingkungan sekitarnya.

“Keadaan ini tentu saja dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologis mahasiswa. Dengan keterbatasan tenaga yang dapat melayani permasalahan mahasiswa, menjadikan mahasiswa tersebut tidak dapat dihadapi atau diselesaikan dengan segera,” ujar Eni, Selasa (10 Agustus 2021).

Dalam kondisi tersebut dibutuhkan bantuan orang yang dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi mahasiswa. Hal ini dikatakan sebagai pertolongan pertama sebelum mahasiswa tersebut mendapatkan penanganan dari tenaga professional. Oleh karena itu keberadaan peer counselor disebut sebagai pertolongan pertama pada aspek psikologis mahasiswa yang bermasalah.

Eni menjelaskan, peer counselor yang diikuti oleh 24 orang ini menunjukkan bahwa teman merupakan tempat yang dianggap lebih nyaman dan “santai” sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati, baik tentang kuliah, tentang pribadi termasuk tentang jalinan sosial yang selama ini menjadi permasalahan yang sering dialami oleh mahasiswa.

“Dengan diberikan bekal berupa latihan ini, diharapkan mereka bisa lebih memahami apa yang harus dilakukan ketika ada temannya yang mencurahkan isi hatinya, apakah cukup ditangani oleh dirinya sendiri, atau ia sudah harus memberikan rekomendasi kepada tenaga professional, seperti psikolog atau psikiater untuk menindaklanjuti curhatan temannya tersebut,” jelasnya.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, diisi dengan pemaparan tentang konsep dan teori yang berkaitan dengan peer counselor. Hari kedua, diisi dengan role play bagaimana berperan sebagai peer counselor. Hari ketiga, diisi dengan memberikan umpan balik terhadap peserta yang telah mencoba menjadi peer counselor.

Salah satu peserta Peer Counselor, Adela Nafisah (20) mengungkapkan dengan adanya program ini jadi membantu pribadi lebih sadar dengan masalah yang dihadapi orang lain.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gabus, dari Rawa Jadi Ikan Hias Jutaan Rupiah

Selasa, 21 September 2021 | 16:34 WIB

FESTRA 2021: Menjaga Kebudayaan Indonesia

Selasa, 7 September 2021 | 10:24 WIB

Inovasi Baru, Budi Daya Stroberi di Peti Kemas

Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:55 WIB
X