Ini Dia Narkoba Paling Laris, Efek Sampingnya Bahaya Banget Loh !

- Jumat, 9 Juli 2021 | 15:38 WIB
Ini Dia Narkoba Paling Laris, Efek Sampingnya Bahaya Banget Loh !
Ini Dia Narkoba Paling Laris, Efek Sampingnya Bahaya Banget Loh !

Lengkong, Ayobandung.comNarkotika dan obat-obatan berbahaya atau lebih dikenal sebagai narkoba adalah jenis obat-obatan yang apabila dikonsumsi dapat mempengaruhi fungsi otak, merusak kondisi fisik maupun mental serta memiliki risiko kecanduan yang sangat tinggi. Karenanya, peredaran narkoba diawasi dengan sangat kuat di Indonesia dan hanya dipergunakan untuk tujuan terapi namun meski diawasi secara ketat oleh tenaga profesional.

Ada banyak jenis narkoba yang beredar di Indonesia. Masing-masing dari obat-obatan ini memiliki bahan dasar dan efek yang berbeda-beda ketika dikonsumsi. Alih-alih digunakan untuk tujuan medis, narkoba sering disalahgunakan karena memiliki efek untuk merubah persepsi sementara. Karena digunakan dengan dosis yang tidak tepat dan beresiko menghilangkan nyawa, distribusi obat-obatan ini menjadi ilegal untuk dilakukan secara bebas.

Berikut adalah beberapa jenis narkoba yang paling laris serta paling banyak digunakan :

1. Ganja

Ganja mengacu kepada bunga, daun, batang hingga biji dari tanaman cannabis sativa kering. Narkoba jenis ini biasa dikonsumsi dengan cara dihisap (dilinting) seperti rokok, diseduh menjadi teh atau dicampur kedalam masakan. Kandungan bahan psikoaktif dalam ganja dapat mengubah persepsi tubuh akan sensasi, perasaan, gerakan, ingatan sampai pola pikir. Karena itu, narkoba  jenis ini dapat menimbulkan perasaan senang sesaat (euforia) dan memberi ketenangan sementara bagi penggunanya.

Di beberapa negara, sebenarnya ganja dalam dosis terbatas digunakan sebagai obat pendamping dalam terapi untuk mengobati beberapa penyakit seperti alzheimer, crohn dan multiple sclerosis (MS). Namun di Indonesia, ganja dilarang karena resikonya dalam merusak kesehatan dinilai lebih besar ketimbang manfaatnya. Bahan psikoaktif dalam ganja sendiri dapat menimbulkan :

  1. Gangguan daya pikir
  2. Gangguan pernapasan
  3. Meningkatnya detak jantung

2. Heroin

Heroin merupakan jenis adiktif yang berasal dari bunga opium poppy, karenanya narkoba ini juga dikenal dengan nama opium. Di masyarakat, heroin sering disebut sebagai putaw dan digunakan sebagai obat pereda nyeri dalam dunia medis. Sayangnya, obat-obatan jenis ini termasuk ilegal karena memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Tingkat adiktif narkoba jenis ini sangat tinggi sehingga dapat dengan mudah membuat orang yang mengkonsumsi menjadi ketagihan dan kesulitan untuk berhenti.

Narkoba jenis heroin biasa diolah menjadi bentuk serbuk (bubuk) dan digunakan dengan cara dihisap atau disuntik. Heroin bisa disalahgunakan karena dapat dengan cepat menstimulasi perasaan senang dan memberi ketenangan. Setelahnya, pengguna akan kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih dan mengalami gangguan kesadaran. Efek samping heroin lainnya yang dapat terlihat adalah :

  1. Gangguan pernapasan
  2. Kulit memerah
  3. Mulut mengering
  4. Ukuran pupil mengecil
  5. Gangguan pencernaan

3. Kokain

Jenis narkoba terakhir yang kerap ditemui adalah kokain. Dikenal juga dengan nama coke, narkoba ini dibuat dengan mengekstrak tanaman koke dan merupakan zat adiktif yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat. Bisanya kokain yang beredar memiliki bentuk kristal putih yang halus dan digunakan dengan cara disuntik ataupun dihisap. 

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, kokain sebenarnya dapat digunakan dalam beberapa prosedur medis. Namun sayangnya, kokain banyak dimanfaatkan secara keliru karena memiliki efek relaksasi yang dapat memicu tubuh melepaskan hormon dopamin untuk menciptakan euforia.

Karena sifatnya yang hanya sebentar, pengguna yang ingin merasakan efek serupa harus terus menerus mengkonsumsi kokain untuk mempertahan rasa gembiranya. Efek samping dari kokain sendiri ada banyak, diantaranya :

  1. Gangguan kecemasan akut
  2. Aritmia
  3. Tekanan jantung meningkat
  4. Rusaknya organ pencernaan
  5. Kehilangan nafsu makan
  6. Kehilangan indra penciuman
  7. Penyakit mematikan
  8. Kematian

Halaman:

Editor: Handy Dannu Wijaya

Tags

Terkini

5 Olahraga Ringan dan Mudah untuk Kecilkan Paha

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:15 WIB

Sesak Napas Setelah Sembuh Covid-19, Apa Penyebabnya?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:30 WIB

Waspada, Pilek Menahun Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit Ini

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:31 WIB
X