Tes 10 Detik untuk Cek Risiko Kematian dalam 10 Tahun ke Depan, Yuk Coba

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:15 WIB
Tes 10 Detik untuk Cek Risiko Kematian dalam 10 Tahun ke Depan, Yuk Coba (Pixabay)
Tes 10 Detik untuk Cek Risiko Kematian dalam 10 Tahun ke Depan, Yuk Coba (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa risiko kematian dalam 10 tahun ke depan dapat tercermin melalui sebuah tes keseimbangan yang sederhana. Waktu yang diperlukan untuk melakukan tes keseimbangan ini juga sangat singkat, hanya sekitar 10 detik saja.

Studi ini dilakukan oleh sekelompok pakar internasional dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Finlandia, dan Brasil. Ada sebanyak 1.702 orang berusia 51-75 tahun yang terlibat dalam studi ini. Para partisipan dipantau secara berkala selama periode 2008-2020.

Pada permulaan studi, para partisipan diminta untuk melakukan sebuah tes keseimbangan. Untuk melakukan tes ini, para partisipan di minta untuk mengangkat satu kaki mereka selama 10 detik tanpa berpegangan pada apa pun.

Baca Juga: Tunjangan Sertifikasi Guru Dihapus Saat Kurikulum Merdeka Berlaku? Cek Faktanya

Saat mengangkat kaki, para partisipan diminta untuk mengistirahatkan kaki yang mereka angkat ke belakang betis kaki sebelahnya. Para partisipan juga diminta untuk memposisikan lengan dan kepalanya tegak lurus.

Satu dari lima partisipan gagal melakukan tes keseimbangan ini, meski sudah diberikan tiga kali kesempatan untuk mengulang, menggunakan kaki sebelah mana pun. Setelah itu, para partisipan dipantau selama 12 tahun. Dalam kurun waktu ini, sebanyak 123 partisipan meninggal dunia akibat berbagai penyebab.

Hasil studi menunjukkan bahwa mereka yang tak bisa melakukan tes keseimbangan memiliki risiko lebih besar terhadap kematian. Menurut tim peneliti, ketidakmampuan seseorang untuk berdiri pada satu kaki selama 10 detik berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat semua penyebab sebesar 84 persen. Angka ini didapatkan setelah peneliti mempertimbangkan faktor lain yang mungkin mempengaruhi risiko kematian seperti gender, usia, dan komorbid.

Baca Juga: HP Samsung Terbaru Samsung Galaxy F13 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 6000 mAh Berapa Harganya?

Akan tetapi, studi ini hanya melibatkan warga Brasil berkulit putih sebagai partisipan. Oleh karena itu, temuan ini mungkin tidak berlaku untuk semua etnis.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Diet Cepat namun Tetap Makan yang Enak

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:57 WIB

Mata Kedutan Tanda Gangguan Otak?

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:22 WIB

Waktu Tidur Bayi, Anak-anak, Remaja, dan Dewasa

Selasa, 21 Juni 2022 | 17:31 WIB

5 Buah Enak yang Bantu Menguatkan Tulang

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:04 WIB

Roti Enak Ini Tingkatkan Risiko Kematian

Senin, 20 Juni 2022 | 13:56 WIB
X