Unjuk Bakat Karya Musik Siswa Difabel dari Artherapy Center Widyatama

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 17:50 WIB
Unjuk Bakat Karya Musik Siswa Difabel dari Artherapy Center Widyatama (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Unjuk Bakat Karya Musik Siswa Difabel dari Artherapy Center Widyatama (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tabuhan perkusi yang dipersembahkan oleh dua siswa Artherapy Center Widyatama menjadi penampilan pembuka dalam perilisan mini album band Tifal bertajuk 'Rangkul' yang bertempat di Four5unday cafe, Jalan Sultan Tirtayasa Nomor 45, Kota Bandung.
 
Dengan riang gembira, siswa yang mengambil jurusan seni musik angkatan 2019 di Artherapy Center Widyatama ini menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimiliki setelah 3 tahun menempuh pelajaran dan pelatihan di lembaga vokasi berbasis pelatihan seni dan desain bagi difabel tersebut. 
 
Pengunjung yang menikmati secangkir kopi seolah terbuai dengan lantunan musik yang dimainkan oleh Band Tifal yang diprakarsai oleh 5 siswa difabel dan berkebutuhan khusus yang talentanya tak kalah hebat dengan musisi ternama. 
 
 
Nama Tifal sendiri merupakan singkatan dari nama kelima personil band yang terdiri dari 1 wanita dan 4 pria, yaitu Triana, Iqbal, Faiz, Agif dan Lauren. Dengan penuh tawa, perilisan mini album yang memiliki dua lagu berjudul Indung dan Ayah dan Ibu ini turut serta dihadiri para orang tua siswa. 
 
Dadi Firmansyah, selaku Direktur Artherapy Center Widyatama menyebut perilisan mini album oleh Tifal ini merupakan ujian akhir siswa berkebutuhan khusus yang telah menempuh 3 tahun pendidikan dan pelatihan di jurusan seni musik. 
 
"Jadi pelatihan berbasis art nya itu yang berdimensi pada therapy untuk kemandirian finansial dan behaviour anak-anaknya itu sendiri. Serta, itu tidak hanya dipersiapkan untuk skill, tapi behaviournya juga harus siap  dimana harus terjun dilapangan bersama sama dengan masyarakat lain," ujar Dadi di sela menyapa anak-anak yang akan berpamitan pulang. 
 
Menurutnya, Artherapy Center Widyatama ini dipelopori oleh Dr. Anne Nurfarina yang tak hanya bisa diikuti oleh siswa berkebutuhan khusus, namun juga siswa biasa yang ingin mengasah skill di 3 jurusan yang tersedia, yakni desain grafis, seni musik, dan kriya (tekstil dan elemen estetis).
 
 
"Karena ini pelatihan khusus untuk difabel jadi waktu pembelajarannya 3 tahun dan itu terbagi menjadi tiga tahap. Ada juga yang untuk reguler dengan jenjang waktu 1 tahun," jelasnya. 
 
Adapun untuk 3 tahap yang dilewati oleh siswa berkebutuhan khusus ini, jelas Yadi, pada tahap pertama para siswa akan dieksplor minat dan bakatnya meski sudah terlihat bakat awal sebelum masuk ke Artherapy Center Widyatama
 
"Karena suka ada sesuatu bakat yang belum terlihat sebelumnya, makannya ditahap ini komunikasi 2 arah dengan orang tua terus dilakukan untuk memaksimalkan potensi sang anak," papar dia. 
 
Ditahap kedua, para siswa akan dibimbing dan diasah kemampuan skill serta behaviournya sesuai dengan hasil eksplorasi ditahap sebelumnya. "Setelah mengetahui potensinya, kita arahkan ke skill dan behaviour jadi keduanya bisa sejajar dan berimbang. Kalau skillnya saja dan behaviournya tidak kita genjot gak akan balance," imbuhnya. 
 
 
Di tahap 3, para siswa tersebut akan didorong untuk membuat karya seni musik original seperti yang dilakukan oleh Tifal. Selain merilis mini album atau hasil karya, para siswa juga dituntut untuk bisa tampil di depan khalayak umum menunjukkan hasil karya mereka. 
 
"Seperti yang dilakukan saat ini bagaimana caranya mendorong mereka ke industri kreatif secara langsung dan mempersiapkan mereka untuk berada dibehaviour industri seperti penampilan ini, mereka berhadapan langsung dengan klien dengan penonton dan dilihat attitudenya seperti apa," papar Yadi. 
 
Hingga saat ini, Artherapy Center Widyatama memiliki 80 siswa yang terbagi ke dalam 4 jurusan. 20 diantaranya menempuh jurusan seni musik. Siswa berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di sini pun datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bali, Lampung dan Bandung Raya. 
 
 
"Jadi pentas Musicbility ini merupakan ujian akhir untuk kelulusan 5 orang siswa angkatan 2019 dan ini didukung oleh rekan-rekan angkatan bawahnya," jelasnya. 
 
Triana, salah satu punggawa Tifal yang mengisi posisi vokalis mengaku senang bisa mengikuti ujian akhir dan membawakan hasil karya seni mereka bersama rekan yang lain. "Seneng banget, lagu ini juga spesial untuk Ibu dan Ayah kami," ungkapnya. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X