Penelitian ungkap Terkena Covid-19 Parah Setara 20 Tahun Penuaan

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:30 WIB
ilustrasi -- Penyakit parah akibat Covid-19 dapat mengakibatkan gangguan kognitif yang serupa dengan yang dialami antara usia 50 dan 70 tahun (Unsplash/@all_who_wonder)
ilustrasi -- Penyakit parah akibat Covid-19 dapat mengakibatkan gangguan kognitif yang serupa dengan yang dialami antara usia 50 dan 70 tahun (Unsplash/@all_who_wonder)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Penyakit parah akibat Covid-19 dapat mengakibatkan gangguan kognitif yang serupa dengan yang dialami antara usia 50 dan 70 tahun. Hal itu juga setara dengan kehilangan sepuluh poin IQ, menurut sebuah penelitian terbaru.

“Efeknya masih dapat dideteksi lebih dari enam bulan setelah penyakit akut, dan pemulihan bertahap,” tulis laporan Medical Daily, dilansir Jumat (13/5/2022).

Ada semakin banyak bukti bahwa Covid dapat menyebabkan masalah kesehatan kognitif dan mental yang bertahan lama. Banyak pasien yang pulih dari infeksi tapi melaporkan gejala termasuk kelelahan, “kabut otak”, masalah mengingat kata-kata, gangguan tidur, kecemasan, bahkan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Di Inggris, sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar satu dari tujuh orang yang disurvei melaporkan memiliki gejala yang mencakup kesulitan kognitif 12 pekan setelah tes positif Covid. Studi pencitraan, otak baru-baru ini menemukan bahwa bahkan Covid ringan dapat menyebabkan otak menyusut.

Baca Juga: Oppo Reno 7 dan Oppo Terbaru 2022, Cek 11 HP Favorit sepanjang Mei

Hanya 15 dari 401 orang dalam penelitian ini yang dirawat di rumah sakit. Temuan insidental dari proyek besar ilmu pengetahuan warga (The Great British Intelligence Test) juga menunjukkan bahwa kasus ringan dapat menyebabkan gejala kognitif yang persisten.

Namun, masalah ini tampaknya meningkat dengan tingkat keparahan penyakit. Memang, telah ditunjukkan secara independen bahwa antara sepertiga dan tiga perempat pasien rawat inap melaporkan menderita gejala kognitif tiga sampai enam bulan kemudian.

Terdapat bukti bahwa SARS-CoV-2, virus penyebab Covid, dapat menginfeksi sel-sel otak. Belum jelas apakah masalah kesehatan psikologis yang menyebar setelah Covid adalah bagian dari masalah yang sama dengan defisit kognitif objektif, atau mewakili fenomena berbeda.

Baca Juga: 10 Samsung Terbaru 2022 Update Harga, dari Samsung A52 hingga Samsung A53

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Diet Cepat namun Tetap Makan yang Enak

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:57 WIB

Mata Kedutan Tanda Gangguan Otak?

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:22 WIB

Waktu Tidur Bayi, Anak-anak, Remaja, dan Dewasa

Selasa, 21 Juni 2022 | 17:31 WIB

5 Buah Enak yang Bantu Menguatkan Tulang

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:04 WIB
X