Pakar Unpad Beberkan Tips Mencegah Tertular Hepatitis Akut pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

- Senin, 9 Mei 2022 | 15:57 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, Dwi Prasetyo, membeberkan tips supaya tidak tertular hepatitis akut misterus pada anak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, Dwi Prasetyo, membeberkan tips supaya tidak tertular hepatitis akut misterus pada anak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Dwi Prasetyo, membeberkan tips supaya tidak tertular hepatitis akut misterus pada anak.
 
Dwi mengungkapkan, orang tua wajib memantau anak-anaknya untuk selalu menerapkan pola hidup higienis dan sering menjaga kebersihan tubuh, yakni dengan sering mencuci tangan.
 
Sebab menurutnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah mengeluarkan imbauan kewaspadaan mengingat banyak kasus hepatitis akut yang dilaporkan terjadi pada kelompok anak-anak.
 
"Masyarakat sudah punya pengalaman tentang hidup sehat dari Covid-19. Ini salah satu cara mencegahnya,” kata Dwi, disadur dari laman resmi Unpad, Senin, 9 Mei 2022.
 
Kepala Divisi Gastrohepatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad ini menjelaskan, walau hepatitis akut kerap menyerang anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut dapat menular kepada orang dewasa.
 
 
Sampai saat ini, para ahli masih menyelidiki penyebab dari hepatitis misterius tersebut. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut. 
 
“Hepatitis yang biasa kita kenal ada A, B, C, D, dan E. Kejadian di Inggris itu sudah diperiksa ternyata negatif lima hepatitis tersebut. Makanya mereka melaporkan jenis hepatitis yang tidak diketahui etiologinya atau jenis hepatitis non A, B, C, D, E,” papar Dwi.
 
Menurut Dwi, terdapat beberapa kemungkinan anak-anak rentan tertular hepatitis misterius
 
Dwi menduga hal ini karena perkembangan imunitas anak yang belum kuat. Apalagi laporan penularan penyakit ini juga terjadi pada bayi yang baru lahir. 
 
“Ini masih diteliti terus, nanti dilihat juga apakah anak-anak yang kena ini ada komorbid, sehat-sehat saja, atau punya gangguan imunitas,” imbuhnya. 
 
Adapun hepatitis sendiri, kata Dwi, merupakan penyakit yang rentan menular. Penularan hepatitis A ditularkan dari mulut dan pola hidup yang tidak sehat. 
 
Hal ini rentan terjadi pada anak-anak sekolah yang kesadaran menjaga kebersihannya masih kurang. Sementara hepatitis B dan C ditularkan melalui produk darah, di antaranya transfusi darah. 
 
 
“Untuk hepatitis yang tidak diketahui masih belum tahu persis menular lewat mulut atau transfusi. Bisa juga menular lewat semuanya,” ungkapnya. 
 
Jika terindikasi tertular hepatitis akut, Dwi menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. 
 
Ciri umum yang mudah terlihat dari hepatitis adalah ketika mata dan kulit yang menguning, warna urine kuning pekat hingga memiliki gejala demam, mual, dan muntah. 
 
“Segera lapor ke Puskesmas. Sekarang tenaga kesehatan sudah diberikan pedoman dan penanganannya, mulai dari petugas kesehatan di tingkat primer. Kalau di luar kompetensinya, pasien akan dirujuk secara berjenjang,” kata Dwi.
 
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan, Jabar belum ada laporan kasus terkait hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya, per hari ini, Senin, 9 Mei 2022.
 
Meski begitu, Emil, begitu dia disapa, meminta masyarakat supaya menerapkan selalu pola hidup sehat di tengah fenomena baru ini.
 
Menurutnya, pola hidup sehat ini bisa dimulai dari diri sendiri, seperti tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3 M.
 
"Yang namanya hepatitis itu menular, jadi kuncinya hidup sehat. Untuk higenisnya jangan tukar-menukar alat makan," ujar Emil ketika ditemui di RSHS Bandung, Senin, 9 Mei 2022.
 
Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar), Nina Susana Dewi meminta masyarakat supaya mengutamakan gaya hidup sehat.
 
 
Menurutnya, mengedepankan hidup sehat ini dapat diwujudkan dengan selalu disiplin protokol kesehatan 3M.
 
"Kemudian pastikan makanan itu masak (matang), jangan tukar menukar alat makan seperti piring atau gelas. Jadi itu saja, kalau semuanya paham, in syaa Allah di Jawa Barat tidak ada kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya," ucapnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Diet Cepat namun Tetap Makan yang Enak

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:57 WIB

Mata Kedutan Tanda Gangguan Otak?

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:22 WIB
X