Kemenkes: Tidak Ada Bukti Vaksinasi COVID-19 Dapat Picu Hepatitis Akut Pada Anak

- Jumat, 6 Mei 2022 | 07:56 WIB
Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi COVID-19 dengan penyakit Hepatitis akut misterius yang diderita anak. (Pixabay)
Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi COVID-19 dengan penyakit Hepatitis akut misterius yang diderita anak. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM —Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi COVID-19 dengan penyakit Hepatitis akut misterius yang diderita anak.

“Kejadian ini (Hepatitis akut misterius) dihubungkan dengan vaksin COVID-19 itu tidak benar, karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi COVID-19,” ungkap Lead Scientist untuk kasus ini, Hanifah Oswari, dikutip Jumat, 6 Mei 2022.

Pihaknya juga menegaskan, sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan penyakit Hepatitis akut misterius disebabkan oleh Covid-19.
 
 
Menurutnya, kejadian Hepatitis akut misterius ini hanya terjadi berbarengan dengan Covid-19 yang masih melanda Indonesia (koinsiden).
 
Guna mengantisipasi infeksi Hepatitis akut pada Anak, Pemerintah pusat sendiri sudah menyebarluaskan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Tak hanya itu, Kemenkes telah menunjuk Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen.
 
Baca Juga: Investigasi Kasus Hepatitis Misterius, Kemenkes Beberkan Hasilnya

Kemudian, Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Dan diharapkan tersedia rumah sakit rujukan di setiap Kabupaten.
 
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar), Nina Susana Dewi memastikan, hingga saat ini belum ada laporan kasus terkait hepatitis akut misterius di Jabar.

Kabar hepatitis akut misterius ini awalnya diumumkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia.
 
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bandung Hari ini Jumat 6 Mei 2022, Serta Tips Keluar Rumah

Kemudian, Kemenkes pun mengeluarkan Surat Edaran NOMOR: HK.02.02/C/2515/2022. SE ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan Pemda, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, SDM Kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

"Sampai saat ini belum ada kasus yang terlaporkan di Jabar," kata Nina dalam keterangannya, dikutip Kamis, 5 Mei 2022.

Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah menyampaikan bahaya hepatitis akut misterius ini kepada seluruh RS dan pelayanan kesehatan di wilayah Jabar, sesuai dengan SE Kemenkes tersebut.

"Pihak Dinkes Jabar sudah menyampaikan SE tersebut ke Kadinkes Kabupaten dan Kota, juga RS se-Jabar. Serta komunikasi melalui Whatsapp grupnya agar dilakukan pemantauan dan koordinasi termasuk dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)," ujar Nina.
 
 
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology) pada anak-anak usia 11 bulan-5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO pada tanggal 15 April 2022, jumlah laporan terus bertambah. Per 21 April 2022, tercatat 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara yaitu Inggris (114), Spanyol (13), Israel (12), Amerika Serikat (9), Denmark (6), Irlandia (<5), Belanda (4), Italia (4), Norwegia (2), Prancis (2), Romania (1) dan Belgia (1).

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. 17 anak di antaranya (10%) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.
 
Baca Juga: Jadwal Sholat Bandung Hari Ini 6 Mei 2022 dan Bacaan Dzikirnya

Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundis akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut. Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.
 

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Onani yang Dibolehkan Islam, Anda Dibolehkan?

Kamis, 7 Juli 2022 | 20:08 WIB

Cara Diet Cepat namun Tetap Makan yang Enak

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:57 WIB

Mata Kedutan Tanda Gangguan Otak?

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:22 WIB
X