Fakta Epstein Barr Virus (EBV) Penyebab Multiple Sclerosis (MS), Ini Penjelasannya

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:05 WIB
ilustrasi -- Simak fakta Epstein Barr Virus (EBV) sebagai Penyebab Multiple Sclerosis (MS). Apa itu EpsteinBarr Virus (EBV) Multiple Sclerosis (MS)? (Freepik)
ilustrasi -- Simak fakta Epstein Barr Virus (EBV) sebagai Penyebab Multiple Sclerosis (MS). Apa itu EpsteinBarr Virus (EBV) Multiple Sclerosis (MS)? (Freepik)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Simak fakta Epstein Barr Virus (EBV) sebagai Penyebab Multiple Sclerosis (MS) dalam artikel ini.

Apa itu EpsteinBarr Virus (EBV) Multiple Sclerosis (MS)?

Epstein Barr Virus (EBV) adalah jenis virus herpes yang menyebabkan mononukleosis atau demam kelenjar yang sering menyerang remaja.

Baca Juga: HP Vivo Terbaru V23 5G Rilis Segera di Indonesia, Cek Harga Sekarang

Sebuah hipotesis penelitian, Epstein Barr Virus (EBV) menjadi penyebab Multiple Sclerosis (MS).

Sedangkan Multiple Sclerosis (MS) adalah sebuah penyakit peradangan kronis pada sistem saraf pusat yang menyerang selubung mielin yang melindungi neuron di otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ini sering menyerang orang dewasa. Hingga saat ini, belum ada obat yang pasti untuk menyembuhkannya penyakit Multiple Sclerosis (MS).

Sebuah studi baru yang dipimpin langsung oleh Alberto Ascherio seorang profesor Harvard T.H. Peneliti Chan School of Public Health menunjukan bahwa Multiple Sclerosis (MS) kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV).

Baca Juga: Bandung PPKM Level 2, Ganjil Genap Masih Ada?

Epstein Barr Virus (EBV) adalah virus herpes yang dapat menyebabkan mononukleosis menular dan menyebabkan infeksi pejamu dan laten seumur hidup.

Mononukleosis Disebabkan oleh EBV dan penyebaran virusnya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan air liur dari orang yang terinfeksi.

Virus juga dapat menular melalui cairan tubuh lain, seperti dahak, darah, sperma, atau cairan vagina.
Keduanya saling berhubungan, yaitu antara kedua virus dan penyakitnya tersebut yang mana sangat sulit untuk diatasi.

Hal itu disebabkan karena Epstein Barr Virus (EBV) menginfeksi 95 persen orang dewasa, sedangkan Multiple Sclerosis (MS) akan terjadi setelah kira-kira sepuluh tahun setelah penyakit EBV.

Butuh waktu yang cukup lama, yaitu sepuluh tahun sehingga MS timbul gejala usai seseorang terinfeksi EBV.

Baca Juga: 43 HP Samsung Terbaru Kelas HP 5G Murah, Berapa Harga di 2022?

Artinya usai seseorang terserang Epstein Barr Virus (EBV) setelah 10 tahun penyakit Multiple Sclerosis (MS) akan muncul ke permukaan.

Untuk menentukan hubungan antara Multiple Sclerosis (MS) dan Epstein Barr Virus (EBV), para ilmuwan melakukan penelitian di antara lebih dari 10 juta orang dewasa yang bertugas di Militer Amerika Serikat.

Sembilan ratus lima puluh lima peserta diantaranya didiagnosis dengan MS selama masa kerja mereka.

Para ilmuwan mengumpulkan dan menganalisis sampel serum dua kali setahun.

Mereka kemudian menentukan status Epstein Barr Virus (EBV) prajurit pada saat sampel pertama dan hubungan antara infeksi Epstein-Barr (EBV) dan MS selama masa tugas aktif.

Dari hasil yang diperoleh risiko meningkat 32 kali lipat setelah infeksi Epstein Barr Virus (EBV) tetapi tidak berubah setelah infeksi virus lain.

Baca Juga: 43 HP Oppo Terbaru 5G Murah Harga Mulai 2 Jutaan 2022

Tingkat serum rantai ringan neurofilamen, biomarker dari degenerasi saraf yang khas pada Multiple Sclerosis (MS), meningkat hanya setelah infeksi Epstein Barr Virus (EBV).

Temuan tersebut menyimpulkan bahwa Epstein Barr Virus (EBV) adalah penyebab utama penyakit Multiple Sclerosis (MS).

Profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard Chan School dan seorang penulis senior dari penelitian tersebut, Alberto Ascherio mengatakan bahwa hipotesisnya adalah Epstein Barr Virus (EBV) adalah penyebab utama dari Multiple Sclerosis (MS).

“Hipotesisi bahwa Epstein Barr Virus (EBV) menyebabkan kelompok kami dan lainnya telah menyelidiki MS selama beberapa tahun, tetapi ini adalah studi pertama yang memberikan bukti kuat tentang kausalitas,” atanya.

“Penundaan atas infeksi  EBV dan timbulnya MS mungkin sebagian karena gejalah penyakit yang tidak terdeteksi selama tahap awal dan sebagian karena hubungan yang berkembang antara EBV dan sistem kekebalan inang, yang berulang kali dirangsang setiap kali virus laten aktif kembali," lanjutnya.

Baca Juga: Daftar 29 HP Realme Terbaru Kategori HP 5G Murah Harga 2022

“saat ini tidak ada cara untuk mencegah atau mengobati infeksi EBV secara efektif, tetapi vaksin Epstein Barr Virus (EBV) atau menargetkan virus dengan obat antivirus khusus EBV pada akhirnya dapat mencegah atau menyebabkan MS,” ungkapnya.

Demikian fakta Epstein Barr Virus (EBV) sebagai Penyebab Multiple Sclerosis (MS). Semoga bermanfaat.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Video Belatung di Vagina Wanita Dr Boyke Turun Tangan

Minggu, 16 Januari 2022 | 13:55 WIB

Tips Diet dengan Konsumsi Kopi, Emang Bisa?

Minggu, 16 Januari 2022 | 11:00 WIB

Gejala DBD Anak, Waspadai Selama Musim Hujan

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:00 WIB

Cara Menyelamatkan Diri saat Gempa Bumi kata BNPB

Jumat, 14 Januari 2022 | 17:05 WIB

4 Dampak Buruk Akibat Nonton Film Porno

Jumat, 14 Januari 2022 | 12:14 WIB

10 Gejala Awal Kanker, Kenali Sebelum Terlambat

Rabu, 12 Januari 2022 | 15:55 WIB

Bahaya Memakai Pantyliner Setiap Hari, Ini Risikonya!

Selasa, 11 Januari 2022 | 16:46 WIB

Coba Yuk 5 Minuman Yang Bisa Membersihkan Ginjal

Selasa, 11 Januari 2022 | 11:39 WIB

Penyebab Sering Sendawa dan Tips Mengatasinya

Senin, 10 Januari 2022 | 15:50 WIB
X