Gejala dan Cara Mencegah Omicron menurut Ahli Mikrobiologi 

- Kamis, 16 Desember 2021 | 18:18 WIB
Mari mengenal gejala dan cara mencegah Omicron dengan mengikuti arahan dari ahli mikrobiologi. Metode ini akan sangat bermanfaat jika dilakukan. (Pixabay/Alexandra_Koch)
Mari mengenal gejala dan cara mencegah Omicron dengan mengikuti arahan dari ahli mikrobiologi. Metode ini akan sangat bermanfaat jika dilakukan. (Pixabay/Alexandra_Koch)
Mari mengenal gejala dan cara mencegah Omicron dengan mengikuti arahan dari ahli mikrobiologi. Metode ini akan sangat bermanfaat jika dilakukan.
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Dengan adanya konfirmasi kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia, membuat sebagian masyarakat merasa was-was dan bersiap menghadapi gelombang varian ini. 
 
Menurut Ahli Mikrobiologi Universitas Padjadjaran Dr. Mia Miranti, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah.
 
Salah satunya dengan mengenal gejala dan cara mencegah Omicron tersebut. Berikut penjelasannya. 
 
1. Kenali Gejala Covid-19 
 
Menurut Mia, salah satu yang bisa dilakukan oleh masyarakat guna mencegah penyebaran virus Omicron yaitu dengan mengetahui gejala saat terpapar. 
 
Mia menjelaskan, untuk gejala varian Omicron ini sama dengan gejala Covid-19 pada umumnya.
 
Meski begitu, dari beberapa literatur yang ia baca untuk varian Omicron, ada indikasi bahwa indra perasa dan indra penciuman tidak hilang. 
 
 
"Tetapi, gejala batuk kering, demam, flu, kemudian berkeringat malam hari, nyeri di berbagai bagian tubuh itu sebetulnya gejala Covid-19 mah tetap apa pun yang terjadi itu sama," jelasnya.
 
Meski varian baru, Mia menegaskan, varian Omicron akan tetap terdeteksi saat dilakukan tes PCR. 
 
2. Jika Terasa ada Gejala, Segera Lakukan Pemeriksaan
 
Jika terasa ada gejala Covid-19, Mia menyarankan untuk segeralah melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat. 
 
Hal ini, menurutnya bisa mencegah adanya kasus penyebaran yang tidak terdeteksi sehingga berbahaya bagi orang lain. 
 
Selain itu, pemeriksaan penting dilakukan untuk meyakinkan ini bahwa gejala yang diderita betul Covid-19 atau penyakit lain. 
 
 
Menurutnya, gejala yang sama bisa timbul dalam penyakit tifus atau Demam Berdarah (DBD).
 
"Makannya, kenapa kalau kita merasa gejala gak enak badan, menurut saya sih tes PCR aja, gak usah antigen dulu kalau antigen mah kita merasa benar-benar sehat, mau tes antigen ya antigen. Tapi kalau ada gejala batuk terutama demam, gak enak badan, satu dua hari demam lebih baik langsung tes PCR," papar Mia. 
 
3. Varian Omicron Menyebar Lebih Cepat
 
Berdasarkan literatur ahli yang dibaca oleh Mia, saat pertama kali varian Omicron terdeteksi di Afrika terdapat satu kewaspadaan yang lebih terhadap varian ini. 
 
Yaitu proses mutasi virus yang tidak seperti varian sebelumnya. Varian Omicron bermutasi lebih cepat yang berdampak penyebaran jadi lebih cepat. 
 
"Hanya yang menjadi masalah itu mengalami mutasi yang tidak biasa. Jadi mutasinya itu, istilahnya gini kalau virus mau masuk ke dalam tubuh manusia jadi virus punya kunci untuk masuk ke lubang kunci yang ada di manusia. Masuklah kunci ke lubang kunci itu lebih cepat dari varian yang lain, jadi lebih cepat beberapa kali lipat daripada Delta. Omicron lebih cepat menular," lanjut Mia. 
 
4. Jaga Prokes Hindari Kerumunan
 
Meski varian Omicron menyebar lebih cepat, Mia menghimbau agar masyarakat tidak panik. Pasalnya, cara paling ampuh untuk terhindar dari varian ini tetap dengan menjaga protokol kesehatan yang baik. 
 
"Cukup prokes. Prokes yang diketatkan terutama menggunakan masker. Pakai masker itu jadi penjagaan untuk pribadi, dan jangan abai. Jangan karena orang sudah mulai merasa kasusnya melandai, jadi berkerumun lagi, maksud saya tuh tahan diri dulu untuk travelling," papar Mia. 
 
"Sedangkan virus itu tidak menunggu, karena dia (virus) itu terbawa dari orang, kan. Dia itu inangnya manusia, tempat dia bereplikasi jadi memang manusia yang harus jaga jarak," lanjutnya. 
 
5. Ikuti Arahan Pemerintah
 
Selain poin di atas, Mia juga mengimbau agar masyarakat mau mengikuti instruksi yang diberikan pemerintah. 
 
Menurutnya, pemerintah hingga saat ini sudah memberikan arahan guna menjaga agar penyebaran varian Omicron tidak terjadi di Indonesia. 
 
 
"Kalau misalnya sampai nataru sudah tidak ada lonjakan kasus, itu berarti pemerintah  berhasil memang mengendalikan. Tapi kalau  pernah membatasi ya kemungkinan untuk terjadinya gelombang berikutnya itu bukan hal yang mustahil gitu termasuk masuknya varian Omicron," pungkasnya. 
 
Begitulah cara mencegah Omicron dan mengenali gejala dengan mengikuti arahan dari ahli mikrobiologi. Semoga bermanfaat. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ciri atau Tanda Pria dan Wanita Selingkuh

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:06 WIB

Makan Malam, Menaikkan Berat Badan atau Tidak?

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:18 WIB

5 Cara Menghilangkan Batuk dalam Sekejap

Senin, 16 Mei 2022 | 23:43 WIB

5 Ciri Anda Kecanduan Seks, Cek Segera!

Senin, 9 Mei 2022 | 14:47 WIB
X