Kenali Gejala Cacingan pada Orang Dewasa, Jarang Disadari

- Selasa, 7 Desember 2021 | 15:51 WIB
Gejala cacingan biasanya tidak nampak begitu jelas. Tapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Kenali  gejala cacingan pada orang dewasa.ilustrasi (Darko Djurin dari Pixabay )
Gejala cacingan biasanya tidak nampak begitu jelas. Tapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Kenali gejala cacingan pada orang dewasa.ilustrasi (Darko Djurin dari Pixabay )
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kondisi gejala cacingan biasanya tidak nampak begitu jelas karena biasanya akan sama seperti penyakit lain. Cacingan identik dengan penyakit anak-anak, tetapi nyatanya orang dewasa juga bisa mengalaminya.
 
Gejala cacingan yang dialami pada anak-anak adalah rasa gatal pada anus terutama di malam hari. Sedangkan orang dewasa cenderung memiliki gejala yang lebih luas tergantung dari jenis cacing yang menginfeksi tubuh.
 
Beberapa gejala umum cacingan yang muncul jika seseorang terinfeksi cacingan diantaranya adalah sakit perut/diare, merasa lelah dan lemas, penurunan berat badan yang drastis, mual, dan napsu makan yang berkurang.
 
 
Ada beberapa jenis cacing yang sering menginfeksi tubuh manusia dengan menunjukkan gejala yang berbeda. Dilansir dari hellosehat, berikut beberapa gambaran jelas mengenai ciri-ciri dan gejala cacingan pada orang dewasa.
 
1. Cacing kremi
Cacing kremi adalah cacing kecil, pipih dan berwarna putih yang menyerang sistem pencernaaan manusia. Orang dewasa jarang mengalami infeksi cacing kremi, biasanya orang dewasa yang mengurus anak-anak dengan infeksi cacing kremi akan tertular. 
Gejala cacing kremi yang diketahui adalah rasa gatal yang tak tertahankan di bagian anus dan terlalu sering, iritasi kulit di sekitar anus dan munculnya cacing di daerah anus atau tinja saat orang tersebut buang air besar.
 
2. Cacing pita
Cacing pita adalah cacing yang menginfeksi usus manusia. Awalnya tidak akan ada gejala yang dialami ketika cacing pita masuk kedalam tubuh, seiring pertumbuhan telur cacing maka timbul gejala seperti muntah, diare, penurunan berat badan, perubahan selera makan, pusing, kesulitan tidur dan bahkan kejang pada kasus yang parah.
 
 
3. Cacing gelang
Cacing gelang biasanya menginfeksi organ tubuh bagian mana saja, tetapi biasanya cacing jenis ini menginfeksi paru-paru dan usus.
Gejala yang akan timbul jika terinfeksi cacing di bagian paru-paru yaitu batuk, napas berbunyi dan napas yang sesak. Sedangkan gejala yang dialami ketika seseorang terkena infeksi cacing di bagian usus adalah mual, diare, perut terasa tidak nyaman, penurunan selera makan dan penyumbatan usus yang menyebabkan perut terasa sangat nyeri.
 
4. Cacing tambang
Cacing tambang masuk kedalam tubuh manusia dalam bentuk larva, saat pertama kali masuk kedalam tubuh maka akan terasa gatal dan diare. Gejala yang sering muncul karena cacing jenis ini adalah kehilangan nafsu makan, kelelahan, anemia, demam dan ada darah ketika buang air besar. 
 
 
Kebiasaan seseorang yang sering bertelanjang kaki  dan menginjak tempat kotor akan memudahkan jenis cacing ini masuk ke dalam tubuh manusia.
 
5. Cacing cambuk
Gejala awal cacing cambuk tidak akan terasa tetapi lama kelamaan seseorang akan merasa diare, muntah, sakit kepala dan berat badan yang menurun. Jika tidak ditangani, kondisi orang tersebut akan semakin parah dan mengalami gejala lain seperti BAB yang terasa sakit, tinja yang bercampur lendir dan darah serta baunya yang sangat tajam.
 
 
Itulah beberapa gejala cacingan yang perlu dipahami oleh orang dewasa. Ada beberapa cara agar terhindar dari cacingan diantaranya hindari memakan makanan mentah, mencuci bersih peralatan makan dan masak, gunakan sendal atau sepatu ketika keluar rumah dan hindari menginjak tanah tanpa alas kaki, membiasakan diri mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, memberikan obat cacing pada hewan peliharaan.
 
Jangan menganggap remeh gejala cacingan karena penyakit ini bisa menular dan akan menimbulkan efek serius cacingan jika tidak segera tangani. Ketika seseorang mengalami gejala cacingan pada orang dewasa apalagi anak-anak, usahakan segera hubungi dokter dan fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat. (Annisa Latifah)

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Penyebab Osteoporosis di Usia Muda, Apa Saja?

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:08 WIB

Gejala Omicron Paling Buruk, Kenali 10 Daftarnya

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:43 WIB

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:43 WIB

Awas Ukuran Penis Mengecil, Ini Penyebabnya

Senin, 17 Januari 2022 | 18:29 WIB
X