Catat, Kebiasaan Sehari-hari Ini Tak Dianjurkan Dokter, Termasuk Bergosip

- Jumat, 26 November 2021 | 16:39 WIB
Ilustrasi bergosip; Bila kebiasaan tak menyehatkan tersebut dilakukan secara terus-menerus bisa memicu masalah pada kemudian hari. (Pexels/Keira Burton)
Ilustrasi bergosip; Bila kebiasaan tak menyehatkan tersebut dilakukan secara terus-menerus bisa memicu masalah pada kemudian hari. (Pexels/Keira Burton)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Setiap orang memiliki kebiasaan-kebiasaan hidup yang kerap mereka lakukan dalam keseharian. Sebagian dari kebiasaan tersebut mungkin tak menyehatkan, namun tampak biasa. Bila kebiasaan tak menyehatkan tersebut dilakukan secara terus-menerus bisa memicu masalah pada kemudian hari.

Beberapa dokter mengungkapkan ada 12 kebiasaan umum yang tampak biasa namun perlu dijauhi karena bisa jadi kebiasaaan merugikan kesehatan. Berikut ini adalah kedua belas kebiasaan yang perlu dihindari tersebut, seperti dilansir di laman Eat This Not That, Kamis (25/11):

1. Menyantap makanan yang sama setiap hari

Spesialis penyakit dalam dan anak, dr Simoni Baid, sangat tidak menganjurkan orang-orang untuk menyantap makanan yang sama setiap hari. Dr Baid mengatakan, setiap orang perlu mengonsumsi jenis makanan yang ebragam dengan warna hingga tekstur yang bervariasi. Keberagaman ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah masalah pencernaan seperti konstipasi dan kembung.

2. Mudah puas

Ketika seseorang mudah merasa puas, tubuh dan pikirannya tak akan terasah dan berhenti berkembang. Ketika hal tersebut terjadi, dr Baid mengatakan kondisi tubuh bisa mengalami penurunan yang lebih cepat. Rasa puas yang mudah muncul ini umumnya terjadi akibat adanya rutinitas monoton.

3. Memusuhi lemak

Tubuh sebenarnya membutuhkan lemak untuk menunjang fungsi otak, kulit, hingga fungsi organ lain. Oleh karena itu, memusuhi lemak bukan lah hal yang bijak untuk dilakukan. Dalam hal mengonsumsi lemak, yang terpenting adalah memilih jenis dan porsi lemak yang tepat. Jenis lemak yang sebaiknya dihindari atau dibatasi adalah lemak jenuh dan lemak trans. Jenis lemak yang direkomendasikan adalah lemak tak jenuh yang bisa ditemukan dalam berbagai makanan, mulai dari alpukat, kacang dan biji, zaitun, serta ikan berlemak.

Penelitian menunjukkan bahwa mengganti lemak trasn dan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dapat memberikan perbedaan pada kadar kolesterol darah. Subtitusi ini dapat menurunkan kadar lemak jahat atau LDL serta trigliserida, dan menaikkan kadar kolesterol baik atau HDL.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:43 WIB

Awas Ukuran Penis Mengecil, Ini Penyebabnya

Senin, 17 Januari 2022 | 18:29 WIB

Video Belatung di Vagina Wanita Dr Boyke Turun Tangan

Minggu, 16 Januari 2022 | 13:55 WIB

Tips Diet dengan Konsumsi Kopi, Emang Bisa?

Minggu, 16 Januari 2022 | 11:00 WIB

Gejala DBD Anak, Waspadai Selama Musim Hujan

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:00 WIB
X