Sering Mengantuk Setelah Makan, Ini Penyebabnya

- Kamis, 25 November 2021 | 16:21 WIB
Sering mengantuk setelah makan, menjadi hal biasa dialami banyak orang. Faktanya, kasus tersebut juga bisa dialami oleh hewan. (Pixabay/Sammy-Sander )
Sering mengantuk setelah makan, menjadi hal biasa dialami banyak orang. Faktanya, kasus tersebut juga bisa dialami oleh hewan. (Pixabay/Sammy-Sander )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sering mengantuk setelah makan, menjadi hal biasa dialami banyak orang. Faktanya, kasus tersebut juga bisa dialami oleh hewan.

Dilansir dari Himedik.com, kondisi mengantuk setelah makan disebut dengan fenomena kantuk postprandial atau food coma.

Beberapa ahli memiliki hipotesis penyebabnya adalah karena sinyal kewaspadaan bawan yang membuat tetap terjaga dan waspada saat merassa lapar.

Sinyal tersebut bisa membantu manusia menemukan dan memperoleh  makanan. Ketika banyak makan, sinyal kewaspadaan ini semakin melemah dan menghilang dan digantikan perasaan lelah sampai merasa kantuk.

Namun ilmuwan lain memiliki teori berbeda. Setelah mendapat asupan makanan, sirkulasi darah mengalami perubahan, kondisi inilah menyebabkan mengantuk setelah makan.

"Setelah seseorang makan, aliran darah ke usus kecil meningkat secara drastis dan saat darah dipompa ke usus memicu pencernaan, penurunan aliran darah ke otak bisa memicu rasa kantuk," jelas profesor ilmu kesehatan di Universitas Kyorin Jepang, Tomonori Kishino.

Beberapa penelitian sebelumnya tidak mendukung hipotesis tersebut, karena aliran darah ke otak tidak mengalami perubahan setelah makan.

Tetapi beberapa penelitian Kishino menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan mengalami penurunan drastis aliran darah setelah mereka makan siang.

"Melewatkan sarapan dapat 'menempatkan beban berat' pada tubuh setelah makan siang dengan menyebabkan perubahan yang lebih besar dalam (aliran darah)," kata Kishino. Hal itu dapat menyebabkan kantuk.

Baca Juga: Mengantuk Setelah Makan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya menurut Dokter Zaidul Akbar

Sementara para ilmuwan masih mencari tahu penyebab persis mengapa food coma terjadi, mereka sudah mulai memahami beberapa faktor risikonya, salah satunya makan dalam jumlah besar.

Penelitian pada lalat buah menunjukkan bahwa ukuran makan adalah pendorong kuat kantuk setelah makan. Begitu juga makanan yang sarat garam atau protein.

Peneliti mengatakan tidur membantu pencernaan yang menjadi alasannya.

Dalam salah satu penelitian oleh profesor ilmu saraf di Scripps Research Institute Florida, William Ja, terhadap lalat buah, menemukan tidur mengubah cara lalat menyerap makronutrien tertentu, termasuk protein.

"Ini akan mendukung gagasan bahwa kantuk setelah makan memengaruhi penyerapan nutrisi usus," ujar Ja.

Tetapi, temuannya jangan buru-buru ditafsirkan untuk manusia juga.

"Kami dapat melihat (efek yang diamati) karena kami menggunakan ratusan lalat dan ribuan makanan. Tetapi angka-angka ini jelas jauh lebih sulit ditiru pada manusia," tambah Ja.

Baca Juga: Penyebab Mengantuk setelah Makan menurut dr. Zaidul Akbar

Sebuah studi pada 2018 menemukan bahwa makanan tinggi lemak dan karbohidrat dapat menyebabkan kantuk dan peningkatan beberapa penanda peradangan, terutama di kalangan orang dewasa penderita obesitas.

Namun, masih banyak ketidakpastian dan kontradiksi mengenai makanan tertentu dan pengaruhnya terhadap kelelahan atau kantuk pasca makan.

Ja menyarankan, makan dalam porsi kecil apabila ingin menghindari food coma. Taktik ini kemungkinan sangat efektif saat makan siang untuk menangani sering mengantuk setelah makan. [*]

Baca Juga: 7 Cara agar Tidak Mengantuk saat Pagi, Peregangan hingga Sarapan

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Meniran Diklaim Bisa Jadi Obat Covid-19, Benarkah?

Selasa, 30 November 2021 | 14:31 WIB

BAB Setiap Hari Sehat? Ini Jawabannya

Selasa, 30 November 2021 | 12:15 WIB

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB

Waspadai 5 Efek Samping Setelah Sembuh Demam Berdarah

Senin, 29 November 2021 | 18:17 WIB

7 Ciri Berat Badan Mulai Turun dan Angka Idealnya

Senin, 29 November 2021 | 15:10 WIB

5 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 27 November 2021 | 15:37 WIB
X