Cerutu dan Tembakau Indonesia Bisa Mendunia Berkat Bandung Cigar Community

- Jumat, 5 November 2021 | 19:40 WIB
Suasana kegiatan workshop pecinta cerutu Habanos Academy, di de Braga by Artotel, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat, 11 November 2021. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bandung Cigar Community tersebut bertujuan sebagai upaya memperkenalkan cerutu asal Indonesia agar mampu eksis di kancah internasional serta silaturahmi antara pecinta cerutu. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Suasana kegiatan workshop pecinta cerutu Habanos Academy, di de Braga by Artotel, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat, 11 November 2021. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bandung Cigar Community tersebut bertujuan sebagai upaya memperkenalkan cerutu asal Indonesia agar mampu eksis di kancah internasional serta silaturahmi antara pecinta cerutu. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Jika kita mendengar kata Cerutu, yang pertama terlintas dalam benak kita adalah rokok tembakau berukuran besar yang berasal dari Kuba.
 
Siapa sangka, Indonesia pun kini memiliki banyak pengrajin dan penikmat olahan tembakau yang identik dengan kaum kelas atas ini. 
 
Cerutu adalah gulungan tembakau yang juga dibungkus dengan daun tembakau. Hal ini berbeda dengan rokok biasa, yaitu tembakau yang sudah dirajang lalu dibungkus dengan kertas.
 
Cerutu umumnya berukuran lebih tebal dari rokok biasa. Aromanya pun berbeda. Banyak orang mengatakan bahwa menghisap cerutu lebih tidak berisiko terhadap kesehatan daripada rokok biasa karena cara menikmatinya.
 
Suasana kegiatan workshop pecinta cerutu Habanos Academy, di de Braga by Artotel, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat, 11 November 2021. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bandung Cigar Community tersebut bertujuan sebagai upaya memperkenalkan cerutu asal Indonesia agar mampu eksis di kancah internasional serta silaturahmi antara pecinta cerutu. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
Berawal dari kegemaran terhadap cerutu, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan akhirnya memutuskan untuk membuat komunitas Bandung Cigar Community pada awal tahun 2021.
 
Pria yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Yunani ini mengatakan, dengan hadirnya Bandung Cigar Community diharapkan bisa menjadi wadah untuk berkumpulnya para pecinta cerutu di Indonesia khusunya di Bandung. 
 
"Beberapa kegiatan yang kami upayakan adalah untuk mengenalkan Cigar Indonesia. Supaya mereka (Produk Cigar Indonesia) lebih dikenal oleh masyarakatnya sendiri, jadi tidak hanya berbicara mengenai Cigar dari Cuba, Dominicana, Nikaragua tapi lebih kepada bagaimana Cigar Indonesia bisa diminati," ujar Bebeb di acara Habanos Academy Seminar yang digelar di deBraga Hotel pada Jumat, 5 November 2021.
 
Suasana kegiatan workshop pecinta cerutu Habanos Academy, di de Braga by Artotel, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat, 11 November 2021. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bandung Cigar Community tersebut bertujuan sebagai upaya memperkenalkan cerutu asal Indonesia agar mampu eksis di kancah internasional serta silaturahmi antara pecinta cerutu. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
Menurut Bebeb, saat ini Indonesia memiliki 12 produk Cigar yang menghasilkan kurang lebih 3 juta batang per tahun yang mana sekitar 70 persennya untuk diekspor. 
 
Meski begitu, Bebeb mengatakan Cigar yang diekspor bukan dalam bentuk brand, melainkan dalam bentuk White Label. 
 
 
"Jadi gak pakai brand, jadi yang bikin brand-nya itu orang orang yang mengimpor barang kita. Harapan kami nanti dengan adanya acara seperti ini bisa lebih mengenal produk Indonesia," lanjut Bebeb
 
Setelah sebelumnya sukses melaksanakan acara serupa di Semarang, kali ini giliran Kota Bandung yang mengadakan pelatihan dan sosialisasi bagi para pecinta dan pengrajin Cigar di Indonesia
 
Suasana kegiatan workshop pecinta cerutu Habanos Academy, di de Braga by Artotel, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat, 11 November 2021. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bandung Cigar Community tersebut bertujuan sebagai upaya memperkenalkan cerutu asal Indonesia agar mampu eksis di kancah internasional serta silaturahmi antara pecinta cerutu. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
Bebeb menjelaskan, Bandung Cigar Community ini adalah komunitas pertama di Indonesia. Dengan begitu, acara Harbanos Academy ini bisa mengembangkan potensi produksi Cigar Indonesia.
 
Selain itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan eksportir Cigar-Cigar yang berasal dari Cuba guna memperluas jaringan untuk mengenalkan produk Cigar asal Indonesia.
 
"Saya berharap, dengan kesempatan ini teman-teman produsen Cigar di Indonesia bisa keluar menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Kementerian Luar Negeri. Melalui sekitar 130 perwakilan di seluruh Dunia, silahkan mereka pilih nanti kita lihat perkembangannya kemudian," pungkas Bebeb. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X