Daripada Diet, Kegiatan Ini Bisa Bikin Panjang Umur

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:30 WIB
Ilustrasi--Olahraga; panjang umur dan tubuh yang sehat menjadi cita-cita banyak orang. Tahukah kamu? olahraga lebih penting daripada menurunkan berat badan dalam hal kesehatan jantung dan panjang umur. (Pixabay)
Ilustrasi--Olahraga; panjang umur dan tubuh yang sehat menjadi cita-cita banyak orang. Tahukah kamu? olahraga lebih penting daripada menurunkan berat badan dalam hal kesehatan jantung dan panjang umur. (Pixabay)

panjang umur dan tubuh yang sehat menjadi cita-cita banyak orang. Tahukah kamu? olahraga lebih penting daripada menurunkan berat badan dalam hal kesehatan jantung dan panjang umur.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal iScience menunjukkan, olahraga lebih penting daripada penurunan berat badan dalam hal kesehatan jantung dan panjang umur. Namun, kesehatan dan umur panjang secara keseluruhan tidak dapat diprediksi dengan angka dalam skala.

"Kami ingin orang-orang tahu bahwa gemuk bisa jadi bugar, dan tubuh yang bugar dan sehat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran," kata peneliti studi Glenn Gaesser, dari College of Health Solutions di Arizona State University, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Huffpost pada Kamis (14/10).

Tim di balik tinjauan baru mengarahkan penelitian mereka pada masalah yang mencolok. Salah satunya, obesitas telah tumbuh secara signifikan di Amerika Serikat dan dunia selama beberapa dekade terakhir. Selain itu, jumlah orang yang meninggal karena kondisi seperti penyakit jantung yang sering dikaitkan erat dengan diet dan berolahraga.

Baca Juga: Turunkan Berat Badan dengan Teh Hijau, Begini Caranya!

Pada saat yang sama, prevalensi orang yang mencoba menurunkan berat badan juga meningkat. Sejak 1980-an, setidaknya 40 persen wanita di Amerika dan 25 persen pria telah berdiet untuk menurunkan berat badan.

"Apa pun yang kita lakukan bersama saat ini tidak berhasil, dan itu belum tentu membuat orang lebih sehat," ujar Glenn.


Glenn menyebut, dalam beberapa dekade terakhir, fokus intens pada penurunan berat badan tidak mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan. Menurutnya, upaya penurunan berat badan berulang malah dapat berkontribusi pada penambahan berat badan.

"Tidak diragukan lagi itu akan terkait dengan tingginya prevalensi siklus naik-turun berat badan, yang dikaitkan dengan risiko kesehatan yang signifikan," ujar Glenn.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Fashion 2022, Baju Oversize Diprediksi Booming

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:18 WIB

Ternyata Ini Rahasia Gaya Stylish Jonathan Frizzy

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:28 WIB

DDD Challenge Viral di TikTok, Kenali Bahayanya

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:30 WIB
X