Miris, Mayoritas Ibu Tak Tahu Sunat Perempuan Mematikan

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:44 WIB
Ilustrasi alat bedah untuk sunat, khitan, atau sirkumsisi; sunat perempuan kerap dipraktikan dukun hingga bidan bersalin, Saking bahayanya sunat perempuan kerap disebut mutilasi kelamin perempuan. (Shutterstock)
Ilustrasi alat bedah untuk sunat, khitan, atau sirkumsisi; sunat perempuan kerap dipraktikan dukun hingga bidan bersalin, Saking bahayanya sunat perempuan kerap disebut mutilasi kelamin perempuan. (Shutterstock)

sunat perempuan kerap dipraktikan dukun hingga bidan bersalin, Saking bahayanya sunat perempuan kerap juga disebut mutilasi kelamin perempuan.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemotongan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) natau sunat perempuan kerap dipraktikan dukun hingga bidan bersalin pada bayi perempuan yang baru lahir.

Mirisnya peneliti sunat perempuan Rena Herdiyani mengatakan sebagian besar ibu yang memiliki bayi perempuan dan menyunat putrinya, tidak tahu manfaat kesehatan dari tindakan yang diambil dari praktik sunat perempuan.

Rena mengatakan, sebagian besar ibu hanya tahu sunat perempuan dianjurkan dalam agama islam, dan tidak tahu konsekuensi dan dampak kesehatan yang akan dialami putrinya usai menjalani sunat perempuan.

Baca Juga: 15 Rekomendasi HP NFC Murah 2021 Terbaik Redmi hingga Samsung, Mulai 1 Jutaan!

"Jadi sebenernya masyarakat itu nggak tahu bahwa tidak ada dampak kesehatannya. Mereka hanya mengatakan bahwa ini adalah ajaran agama, ini adalah tradisi, mereka tidak tahu bahkan membahayakan," ujar Rena saat konferensi pers, penelitian Kalyanamitra dinukil Suara.com, Jumat (15/10/2021).

Rena juga menambahkan, karena kebanyakan sunat perempuan dilakukan saat masih bayi, dan si bayi menangis karena berdarah, para ibu ini hanya menganggap sunat perempuan sebagai praktik biasa.

"Padahal anak bayi nggak bisa ngomong, bisanya nangis, kita bisa bayangkan kasihan, ketika klitoris yang seujung kuku itu, kecil sekali pada bayi perempuan itu dioprek pakai jarum suntik, guntung, bahkan silet, pasti sakit sekali," tutur Rena dengan rasa miris.

Seperti diketahui klitoris di vagina alat kelamin perempuan dipenuhi dengan berbagai saraf yang sangat sensitif, dan merangsang semua indera tubuh.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB

Waspadai 5 Efek Samping Setelah Sembuh Demam Berdarah

Senin, 29 November 2021 | 18:17 WIB

7 Ciri Berat Badan Mulai Turun dan Angka Idealnya

Senin, 29 November 2021 | 15:10 WIB

5 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 27 November 2021 | 15:37 WIB
X