Tiktok Syndrome pada Remaja, Ini Fakta di Baliknya!

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:58 WIB
ilustrasi -- Apakah Tiktok syndrome atau sindrom Tiktok adalah sebuah fakta? Bagaimana menyikapi hal ini? Apalagi aplikasi ini menuai pro kontra. (Shutterstock)
ilustrasi -- Apakah Tiktok syndrome atau sindrom Tiktok adalah sebuah fakta? Bagaimana menyikapi hal ini? Apalagi aplikasi ini menuai pro kontra. (Shutterstock)

Apakah TikTok syndrome atau sindrom Tiktok adalah sebuah fakta? Bagaimana menyikapi hal ini?

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- TikTok merupakan aplikasi media sosial yang saat ini banyak digandrungi oleh para remaja.

Namun, maraknya penggunaan aplikasi ini ternyata menuai pro dan kontra. Apalagi setelah beredarnya video tentang sejumlah remaja yang mengalami TikTok syndrome

Video tentang remaja yang mengalami TikTok syndrome

Pada pertengahan tahun 2020, beredar sejumlah video tentang kesaksian para remaja yang mengaku mengalami kondisi yang disebut dengan TikTok syndrome.

Baca Juga: 10 HP Oppo RAM Besar Murah 1 Jutaan Terbaik 2021

Disebutkan bahwa sindrom Tiktok adalah semacam gangguan koordinasi yang menyebabkan penderitanya tidak mampu mengontrol gerakan tubuhnya sendiri.

Menurut mereka, ini terjadi akibat terlalu sering bermain TikTok. Tubuh mereka akhirnya sering bergerak tanpa sadar seperti sedang berdansa. Hal ini bahkan terjadi meskipun mereka sedang tidur.

Namun, jika Anda memperhatikan dengan lebih jeli, dalam video-video tersebut telah dituliskan penjelasan bahwa kondisi TikTok syndrome yang mereka alami hanyalah rekayasa belaka.

Mereka yang ada di video tersebut tidak benar-benar mengalami sindrom tersebut. Adapun video itu dibuat hanya untuk bersenang-senang saja.

Benarkah TikTok syndrome itu ada?

Memang benar ada penyakit tertentu yang menyebabkan penderitanya menggerak-gerakkan tubuhnya sendiri tanpa sadar seperti sindrom Tourette.

Namun, penyakit tersebut merupakan masalah pada sistem saraf yang kemungkinan disebabkan oleh faktor keturunan, bukan karena terlalu sering bermain Tiktok.

Baca Juga: 12 Rekomendasi HP 5G murah 2 Jutaan Terbaik 2021

Sementara itu, sampai saat ini sebenarnya tidak ada satupun studi ilmiah yang menyebutkan mengenai TikTok syndrome.

Oleh karena itu, kabar tentang kejadian sindrom tersebut di kalangan remaja adalah berita palsu dan mengada-ada.

Adakah bahaya yang mungkin terjadi jika terlalu sering bermain TikTok?

Meskipun TikTok syndrome adalah penyakit palsu yang dibuat-buat, tetapi bukan berarti aplikasi ini tidak membawa efek negatif jika anak terlalu sering menggunakannya.

Dinukil Hellosehat.com, berikut beberapa dampak buruk TikTok yang mungkin anak Anda alami jika terlalu sering memainkannya:

1. kecanduan dansa
Ingin selalu eksis merupakan bagian dari tahap perkembangan remaja yang wajar. Banyak kawula muda yang berlomba-lomba mengunggah video dance mereka di TikTok atas alasan ini.

Terutama sejak masa pandemi COVID-19, bermain TikTok dianggap sebagai cara agar anak tidak penat dan bosan karena harus berdiam diri di rumah.

Berdansa sebenarnya bermanfaat agar anak tetap aktif bergerak dengan cara yang menyenangkan. Namun sebaiknya, Anda tidak membiarkan si kecil terlalu lama melakukan kebiasaan ini.

Pasalnya, terlalu sering berdansa atau berjoget dapat berisiko menyebabkan kecanduan. Berbeda dengan TikTok syndrome, kecanduan dansa sudah dikaji melalui berbagai studi.

Baca Juga: 4 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi Setelah Makan, Tak  Perlu Mahal!

Salah satunya yaitu studi yang dipimpin oleh Aniko Maraz dari Eötvös Loránd University dilakukan terhadap para 450 orang penari dansa di Hungaria.

Studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang rutin berlatih dansa setiap minggu berisiko mengalami berbagai gangguan psikologis.

Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan gangguan makan. Turunnya nafsu makan umum terjadi di kalangan penari karena mereka terobsesi untuk menjaga penampilan tubuh agar tetap menarik.

Studi tersebut juga menyatakan bahwa mereka yang aktif berdansa biasanya ingin lari dari masalah hidup. Ini karena merasa kesulitan saat harus memecahkan masalah.

Meski begitu, hubungan antara Tiktok dengan kondisi kecanduan dansa masih perlu diteliti lebih lanjut.

2. kecanduan TikTok
Meskipun Tiktok syndrome bukanlah penyakit yang nyata, tetapi tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami kecanduan jika terlalu sering bermain Tiktok.

Menurut jurnal Frontiers in Public Health, remaja merupakan kalangan yang sangat rentan terhadap kecanduan.

Kecanduan bermain Tiktok dapat menyebabkannya terobsesi terhadap popularitas di dunia TikTok.

Jumlah “likes”, “share”, atau “comment” pada video unggahannya menjadi hal yang prioritas. Akibatnya, urusan yang lebih penting seperti tugas di sekolah dan di rumah menjadi terabaikan.

Baca Juga: 15 Rekomendasi HP NFC Murah 2021 Terbaik Redmi hingga Samsung, Mulai 1 Jutaan!

Selain itu, sejumlah challenge atau tantangan di Tiktok dinilai tidak pantas diterapkan oleh remaja. Ambil contohnya, kissing challenge, prank challenge, dan sejenisnya.

Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak mental dan kepribadian anak.

3. kcanduan gadget
Lebih jauh lagi, jika terlalu sering menggunakan ponsel pintar untuk bermain TikTok, anak akan berisiko mengalami kecanduan gadget.

Susy Katikana Sebayang S.P., M.Sc., Ph.D dari Universitas Airlangga menyatakan bahwa sekitar 61% anak remaja mengalami kecanduan gadget.

Efek dari kecanduan Tiktok atau terkena Tiktok Syndrome dapat menyebabkan masalah-masalah seperti berikut.

  • Sulit berkonsentrasi terhadap pelajaran sekolah.
  • Tidak disiplin terhadap rencana dan jadwal harian.
  • Mengalami nyeri pada leher bagian belakang.
  • Mudah marah dan gelisah jika tidak bersama gawainya.
  • Sering begadang dan sulit tidur.
  • Tidak bisa berhenti bermain smartphone.
  • Terus memikirkan tentang hal-hal seputar smartphone.
  • Meskipun efeknya terkesan tidak mengerikan seperti
  • TikTok syndrome, tetapi jika kecanduan gadget terus dibiarkan akan menyebabkan dampak jangka panjang.

Baca Juga: Info Daftar Vaksin Kabupaten Bandung Oktober 2021 Terupdate, Catat Jadwal, Link Pendaftaran, dan Lokasinya!

Demikian fakta di balik TikTok syndrome atau sindrom Tiktok pada remaja. Menurunnya prestasi akademik, anak menjadi malas, tidak disiplin, serta sulit merencanakan masa depan merupakan hal-hal yang perlu Anda antisipasi.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Bahaya Penggunaan Obat Nyamuk Bakar, Picu Kanker

Minggu, 5 Desember 2021 | 20:47 WIB

Tren Fashion 2022, Baju Oversize Diprediksi Booming

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:18 WIB

Ternyata Ini Rahasia Gaya Stylish Jonathan Frizzy

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:28 WIB

DDD Challenge Viral di TikTok, Kenali Bahayanya

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:30 WIB
X