Manfaat Dosis Vaksin Booster yang Harus Dipertanyakan

- Selasa, 21 September 2021 | 08:22 WIB
ilustrasi Masih ada masyarakat yang enggan mendapatkan vaksin Covid-19. Alasan utamanya merasa tidak butuh vaksin selama bisa menjaga imunitas tubuh. (Pixabay)
ilustrasi Masih ada masyarakat yang enggan mendapatkan vaksin Covid-19. Alasan utamanya merasa tidak butuh vaksin selama bisa menjaga imunitas tubuh. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ide penambahan vaksin ke-3 mencuat akhir-akhir ini. Namun benarkah pemberian vaksin booster bisa menjadi jalan keluar dari varian baru yang kian berbahaya?

Dilansir dari Republika.co.id, varian delta dari virus penyebab Covid-19 dapat menginfeksi orang yang sudah divaksinasi. Temuan penelitian terbaru mengungkap bahwa perlindungan yang diberikan oleh vaksin merosot seiring waktu.

Baca Juga: 8 Tips Beli HP Bekas Agar Tak Menyesal saat Berbelanja

Hal itu memunculkan gagasan diperlukannya dosis booster atau penguat. Akan tetapi, rupanya sejumlah ahli belum merekomendasikan dosis tambahan vaksin Covid-19.

Dalam artikel di Nature, Dr. Laith Jamal Abu-Raddad, ahli epidemiologi penyakit menular di Weill Cornell Medicine Qatar di Doha berpendapat bahwa manfaat dari dosis booster bagi mereka yang sudah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 adalah minimal. Ia mengklaim pemberian dosis penguat sama saja menghamburkan sumber daya.

"Seolah kita terlihat perlu memikirkan menawarkan dosis booster. Tapi sungguh, sampai sekarang kita belum memiliki argumen yang kuat untuk itu," katanya, dilansir Medical News Today, Senin, 20 September 2021.

Para pengembang vaksin Covid-19 yang diotorisasi secara luas juga terus mempertahankan pendapat bahwa vaksin mereka mampu memberikan perlindungan yang memadai terhadap perkembangan penyakit parah.

Baca Juga: Doa Sebelum Bekerja, Lengkap Ayat Beserta Artinya

Pfizer Yakin Kemanjuran Dua Dosis

Sebelumnya, juru bicara Pfizer menekankan bahwa mereka tetap yakin dengan perlindungan yang ditawarkan oleh dua dosis vaksinnya terus menunjukkan kemanjuran tinggi dalam mencegah penyakit parah dan rawat inap.

Pfizer juga mengingatkan pentingnya upaya untuk terus mengambil langkah paralel dan mengikuti sains, seperti yang telah dilakukan sejak awal pandemi. Dengan mengambil langkah-langkah secara paralel dan tetap waspada, mereka yakin dapat tetap selangkah lebih maju dari virus ini.

Dalam komentar yang diberikan kepada Nature, Prof. Robert Aldridge, seorang ahli epidemiologi penyakit menular dari University College London di Inggris, menawarkan beberapa pemikiran peringatan.

Dia mengatakan bahwa pemberian dosis penguat merupakan keputusan yang sulit mengingat para peneliti masih terus mempertimbangkan manfaat nyata dari dosis booster.

Baca Juga: Persib Bahagia Dapat Kabar Baik, 5 Pemain Dipanggil Timnas Boleh Main di Liga 1

"Hampir pasti itu harus dibuat berdasarkan bukti yang tidak lengkap," ujar Prof Aldrige.

Itulah informasi mengenai serba serbi vaksin booster. Semoga informasi ini bermanfaat.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Efek Buruk Posisi Tidur Miring Kanan dan Tengkurap

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 20:56 WIB

5 Khasiat Minyak Zaitun untuk Wajah, Bikin Awet Muda!

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:22 WIB

6 Manfaat Daun Jelatang, Obat Eksim hingga Rematik

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:51 WIB

3 Minuman Penurun Berat Badan, Bisa Dibuat di Rumah!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:07 WIB

Cara Jaga Kesehatan Otak dengan 6 Kebiasaan Mudah Ini

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Cara Mengetahui Telur Busuk, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:59 WIB

Tanda Gejala Gagal Jantung, Waspadai Jenis Batuk Ini!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:02 WIB

3 Risiko Olahraga Sebelum Tidur, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:45 WIB
X