Hipertensi vs Hipotensi: Gejala, Cara Mencegah hingga Mana yang Lebih Bahaya?

- Senin, 20 September 2021 | 12:54 WIB
ilustrasi -- hipotensi dan hipertensi adalah dua kondisi yang ditandai dengan nilai tekanan darah yang tidak normal. Kedua gangguan pada tekanan darah ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, antara hipotensi dan hipertensi, manakah yang lebih berbahaya? (Hippopx)
ilustrasi -- hipotensi dan hipertensi adalah dua kondisi yang ditandai dengan nilai tekanan darah yang tidak normal. Kedua gangguan pada tekanan darah ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, antara hipotensi dan hipertensi, manakah yang lebih berbahaya? (Hippopx)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- hipotensi dan hipertensi adalah dua kondisi yang ditandai dengan nilai tekanan darah yang tidak normal. Kedua gangguan pada tekanan darah ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, antara hipotensi dan hipertensi, manakah yang lebih berbahaya?

Tekanan darah adalah salah satu dari empat tanda vital di tubuh yang digunakan sebagai tolak ukur kondisi kesehatan seseorang secara umum. Nilai tekanan darah bisa diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah. Nilai tekanan darah normal pada orang dewasa berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Hipotensi dan hipertensi merupakan dua kondisi yang saling berseberangan. Hipotensi atau darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Sebaliknya, hipertensi adalah kondisi meningkatnya tekanan darah hingga melebihi angka 140/80 mmHg atau lebih.

Baca Juga: 13 HP Murah Layar 90 Hz Terbaik Mulai 1 Jutaan

Meski saling berseberangan, hipotensi dan hipertensi adalah dua kondisi yang sama-sama dapat mengganggu kesehatan.

gejala hipertensi sering kali tidak terdeteksi
Dinukil Alodokter.com, hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak diderita oleh masyarakat di seluruh dunia.

Data WHO tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 1,1 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi. Di Indonesia sendiri, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa sekitar 25,8% penduduk Indonesia menderita hipertensi.

Hipertensi dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari faktor keturunan atau genetik, kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes dan obesitas, hingga gaya hidup tidak sehat, misalnya jarang berolahraga, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan lemak jenuh, stres berlebihan, serta sering merokok atau mengonsumsi alkohol.

Hipertensi bisa dikatakan penyakit yang berbahaya karena sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala hipertensi biasanya baru muncul ketika tekanan darah sudah sangat tinggi dan menimbulkan gangguan fungsi organ tertentu. Ketika hal tersebut terjadi, hipertensi dapat menimbulkan beberapa tanda dan gejala, seperti:

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mengetahui Telur Busuk, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:59 WIB

Tanda Gejala Gagal Jantung, Waspadai Jenis Batuk Ini!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:02 WIB

3 Risiko Olahraga Sebelum Tidur, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:45 WIB

Cara Hilangkan Lemak Perut, 5 Tips Ini Dijamin Ampuh

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:26 WIB

Daftar Tepung untuk Penderita Diabetes, Semua Enak!

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:58 WIB

Cara Mengatasi Cegukan dengan Mudah, Tak Sulit!

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:28 WIB
X