Pasien Covid-19 Berat Milik Potensi Autoantibodi, Bahayakah?

- Jumat, 17 September 2021 | 12:29 WIB
[Ilustrasi] pasien Covid-19 berat; Pasien Covid-19 berat memiliki potensi masalah baru akibat autoantibodi, kondisi apa itu dan seberapa berbahayanya? (Freepik)
[Ilustrasi] pasien Covid-19 berat; Pasien Covid-19 berat memiliki potensi masalah baru akibat autoantibodi, kondisi apa itu dan seberapa berbahayanya? (Freepik)

pasien Covid-19 berat memiliki potensi masalah baru akibat autoantibodi, kondisi apa itu dan seberapa berbahayanya? 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Lansia berusia di atas 60 tahun hingga penderita penyakit jantung merupakan sebagian kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami Covid-19 berat. Bila mengalami Covid-19 berat, mereka juga harus menghadapi potensi masalah baru akibat autoantibodi.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa autoantibodi banyak ditemukan pada pasien-pasien yang bergelut dengan Covid-19 bergejala berat. Autoantibodi merupakan merupakan antibodi yang justru menyerang jaringan atau tubuh sendiri.

Studi ini dilakukan oleh profesor di bidang imunologi dari Stanford University School of Medicine Dr PJ Utz bersama timnya. Ada hampir 200 pasien Covid-19 rawat inap di rumah sakit yang terlibat dalam studi tersebut.

Baca Juga: 7 HP Xiaomi Terbaru 1 Jutaan September 2021, RAM Besar Asyik buat Game!

Sampel darah dari para pasien tersebut diambil pada bulan-bulan awal terjadinya pandemi Covid-19. Studi ini menemukan bahwa protein sistem imun yang menyerang jaringan tubuh sendiri muncul pada sekitar setengah dari pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Sampel-sampel dari para pasien tersebut menunjukkan adanya sinyal yang mirip dengan masalah autoimun, seperti lupus, penyakit tiroid, atau arthritis.

"Dalam banyak kasus, tingkat autoantibodi ini mirip dengan apa yang Anda lihat dalam sebuah diagnosis penyakit autoimun," ujar Dr Utz, seperti dilansir Express, Kamis (16/9).

Peneliti juga menemukan bahwa pasien-pasien tersebut memiliki konsentrasi autoantibodi yang tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi ketika sistem imun tidak mampu membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sesak Napas Setelah Sembuh Covid-19, Apa Penyebabnya?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:30 WIB

Waspada, Pilek Menahun Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit Ini

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:31 WIB
X