Imun Vaksin Moderna Berapa Lama Bertahan?

- Rabu, 15 September 2021 | 16:19 WIB
Ilustrasi  Vaksin Moderna; Dosis rendah dari vaksin Moderna bisa bertahan setidaknya selama enam bulan. Sejauh ini, belum ada indikator bahwa orang yang sudah divaksinasi membutuhkan suntikan booster. (Wikimedia Commons/Baltimore County Government (CC))
Ilustrasi Vaksin Moderna; Dosis rendah dari vaksin Moderna bisa bertahan setidaknya selama enam bulan. Sejauh ini, belum ada indikator bahwa orang yang sudah divaksinasi membutuhkan suntikan booster. (Wikimedia Commons/Baltimore County Government (CC))

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dosis rendah dari vaksin Moderna bisa bertahan setidaknya selama enam bulan. Sejauh ini, belum ada indikator bahwa orang yang sudah divaksinasi membutuhkan suntikan booster.

"Titik waktu ini penting karena itu adalah saat memori imun sebenarnya telah terbentuk," ujar Research Assistant Professor Daniela Weiskopf PhD yang memimpin studi, seperti dilansir Medical Express, Rabu (15/9).

Menurut studi, vaksin Covid-19 Moderna atau mRNA-1273 dapat mendorong timbulnya CD4+ sel T, CD8+ sel T, dan respons antibodi yang kuat selama enam bulan setelah partisipan divaksinasi lengkap.

Baca Juga: 15 HP Infinix Terbaru 2021, Harga 1 Jutaan!

Akan tetapi, respons imun dinilai dapat bertahan jauh lebih lama. Peneliti mengatakan memori imun yang kuat tampak bertahan lama pada semua kelompok usia yang terlibat dalam penelitian, termasuk lansia di atas 70 tahun yang merupakan kelompok berisiko.

"Memori imun stabil, dan itu luar biasa. Itu indikator baik mengenai durabilitas vaksin mRNA," kata peneliti lain Shane Crotty PhD.

Pemberian seperempat dosis vaksin Covid-19 Moderna juga terlihat dapat memicu respons antibodi dan sel T yang kuat. Hal ini ditunjukkan melalui sebuah studi di mana partisipan hanya menerima 25 mikrogram dosis vaksin Moderna. Dosis standar untuk vaksin Moderna yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) adalah 100 mikrogram.

Meski hanya menerima vaksin Moderna sebanyak 25 mikrogram, sel T dan respons antiobdi pada partisipan tetap terlihat kuat. Peneliti bahkan menemukan bahwa vaksin Moderna memiliki respons imun adaptif terhadap spike protein SARS-CoV-2 yang hampir identik dengan respons sistem imun yang dipicu oleh infeksi SARS-CoV-2 alami.

"Responsnya sebanding, tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah," ujar Weiskopf.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Langkah Cerdas Mencegah Diabetes pada Milenial

Jumat, 30 September 2022 | 15:29 WIB

7 Ciri-ciri Asam Lambung Naik yang Jarang Disadari

Selasa, 6 September 2022 | 16:13 WIB
X