Studi: Penderita Autisme Lebih Berisiko Tertular Covid-19

- Jumat, 10 September 2021 | 14:51 WIB
Ilustrasi -- Terapi Anak Autisme; Studi baru juga menemukan penderita autisme termasuk kelompok orang yang berisiko tertular virus corona. (iStock)
Ilustrasi -- Terapi Anak Autisme; Studi baru juga menemukan penderita autisme termasuk kelompok orang yang berisiko tertular virus corona. (iStock)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- penderita autisme disebut lebih berisiko tertular virus corona Covid-19. Orang dengan gangguan spektrum autisme (ASD) mendapatkan dampak yang cukup besar selama pandemi virus corona Covid-19. Studi baru juga menemukan penderita autisme termasuk kelompok orang yang berisiko tertular virus corona.

ASD adalah cacat perkembangan yang terkait dengan tantangan sosial, komunikasi dan perilaku. Gangguan spektrum autisme adalah kondisi spektrum yang berarti semua orang dengan autisme memiliki masalah sama.

Secara keseluruhan, kondisi mereka akan mempengaruhi kehidupannya secara berbeda-beda. Ada beberapa orang autisme bisa menjalani kehidupannya secara mandiri dan ada pula yang membutuhkan dukungan Spesialis seumur hidup.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Ini Turunkan Berat Badan Tanpa Lapar

Studi baru menemukan bahwa orang dewasa dengan spektrum autisme dan orang yang memiliki cacat intelektual atau kondisi kesehatan mental mungkin berisiko tinggi tertular virus corona Covid-19 atau mengalami infeksi parah.

Studi yang diterbitkan SAGE menyelidiki orang dewasa autis dan orang dewasa lainnya dengan disabilitas intelektual usia antara 20 hingga 64 tahun. Mereka menyimpulkan bahwa orang autis dan disabilitas intelektual memiliki risiko tertular virus corona Covid-19 lebih tinggi.

Ilmuwan peneliti di Autism Institute, Whitney Schott, menjelaskan bahwa orang dengan spektrum autisme, orang yang memiliki ID dan orang yang memiliki MHC berisiko tertular virus corona Covid-19 dan mengalami infeksi parah lebih tinggi,

Para peneliti menggunakan data dari Medicaid untuk melihat kelompok-kelompok ini lebih mungkin mengalami faktor risiko virus corona Covid-19 atau tidak. Mereka mencatat dari data Medicaid tahun 2008-2012, faktor risiko, seperti tinggal di fasilitas perumahan, tidak mungkin berkurang dari waktu ke waktu.

"Populasi berisiko tinggi ini harus dikenali oleh dokter dan kelompok ini harus diprioritaskan vaksin Covid-19," kata Schott dikutip dari Express.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Manfaat Daun Jelatang, Obat Eksim hingga Rematik

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:51 WIB

3 Minuman Penurun Berat Badan, Bisa Dibuat di Rumah!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:07 WIB

Cara Jaga Kesehatan Otak dengan 6 Kebiasaan Mudah Ini

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Cara Mengetahui Telur Busuk, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:59 WIB

Tanda Gejala Gagal Jantung, Waspadai Jenis Batuk Ini!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:02 WIB

3 Risiko Olahraga Sebelum Tidur, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:45 WIB

Cara Hilangkan Lemak Perut, 5 Tips Ini Dijamin Ampuh

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:26 WIB
X