Kombinasi Vaksin Covid-19, Apakah Boleh dan Aman?

- Senin, 6 September 2021 | 09:46 WIB
ilustrasi  Banyak masyarakat yang penasaran terkait kombinasi vaksin Covid-19 apakah boleh dan aman dilakukan. Pemerintah sedang menggalakkan vaksinasi Covid-19 untuk menekan angka pasien yang terinfeksi agar tidak terus melonjak. Sekarang ini, ada sekitar 5 jenis vaksin yang digunakan, yakni Sinopharm, AstraZeneca, Sinovac, Pfizer, dan Moderna. (Pixabay)
ilustrasi Banyak masyarakat yang penasaran terkait kombinasi vaksin Covid-19 apakah boleh dan aman dilakukan. Pemerintah sedang menggalakkan vaksinasi Covid-19 untuk menekan angka pasien yang terinfeksi agar tidak terus melonjak. Sekarang ini, ada sekitar 5 jenis vaksin yang digunakan, yakni Sinopharm, AstraZeneca, Sinovac, Pfizer, dan Moderna. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Banyak masyarakat yang penasaran terkait kombinasi vaksin Covid-19 apakah boleh dan aman dilakukan. Pemerintah sedang menggalakkan vaksinasi Covid-19 untuk menekan angka pasien yang terinfeksi agar tidak terus melonjak. Sekarang ini, ada sekitar 5 jenis vaksin yang digunakan, yakni Sinopharm, AstraZeneca, Sinovac, Pfizer, dan Moderna.

Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak dua kali, dan khusus untuk nakes dilakukan sebanyak tiga kali. Lantas, boleh jika seseorang mendapatkan kombinasi vaksin Covid-19? Untuk tahu jawabannya, mari simak ulasannya berikut ini.

kombinasi vaksin Covid-19, apakah diperbolehkan?
Hingga kini, WHO sudah mendeteksi 4 varian virus Corona yang perlu diperhatikan dan 4 varian yang perlu diwaspadai, salah satunya varian Delta dan varian Delta Plus yang sangat mudah penularannya. Varian ini juga berpotensi menimbulkan gejala Covid-19 yang lebih parah pada orang dengan penyakit bawaan atau belum pernah divaksin sama sekali dibanding varian aslinya.

Baca Juga: Rekomendasi 35 HP Oppo Terbaru September 2021, Harga Mulai 1 Jutaan!

Itulah sebabnya, pemerintah meminta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan vaksin sesegera mungkin di klinik, rumah sakit, maupun tempat-tempat yang menjadi rujukan untuk pelaksanaan vaksinasi.

Tujuan pemberian vaksin memang bukan utuk memberi pelindungan sepenuhnya dari penularan Covid-19. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh seseorang yang telah divaksin sudah lebih mampu mengenali virus.

Dengan begitu, sistem imunnya dapat lebih mudah dan cepat melawan infeksi sehingga keparahan gejala dapat dihindari, angka kematian bisa berkurang, dan tubuh pasien lebih cepat pulih dari penyakit.

Saat ini, pemerintah telah menyediakan 5 jenis vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer. Beberapa jenis di antaranya bisa digunakan lansia, anak-anak usia 12-17 tahun, dan ibu hamil.

Dinukil dari Hellosehat.com, kabar terbaru melaporkan bahwa pemerintah Thailand melakukan kombinasi vaksin Covid-19 untuk melawan varian Delta. Kemudian, beberapa studi juga mengklaim bahwa mix and match vaksin bisa memperkuat sistem imun terhadap virus SARS-COV-2, seperti dilansir Nature, jurnal ilmiah mingguan yang berbasis di Inggris.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X