Daripada Kena Hukum dan Saham Anjlok, Alfamart Diimbau Bayar Uang Ganti Rugi!

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 17:10 WIB
Saham emiten ritel Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) merosot ke zona oranye pada perdagangan di waktu siang, Jumat, 6 Agustus 2021.  Dua direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk pun sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pembeli waralaba Alfamart, CV Andalus Makmur Indonesia. Kedua direktur tersebut yakni Direktur Franchise Soeng Peter Suryadi dan Direktur Keuangan AMRT Tomin Widian.
Saham emiten ritel Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) merosot ke zona oranye pada perdagangan di waktu siang, Jumat, 6 Agustus 2021. Dua direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk pun sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pembeli waralaba Alfamart, CV Andalus Makmur Indonesia. Kedua direktur tersebut yakni Direktur Franchise Soeng Peter Suryadi dan Direktur Keuangan AMRT Tomin Widian.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Perselisihan antara PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) atau Alfamart dengan CV Andalus Makmur Indonesia masih berlanjut. 

Namun begitu, Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Firman Turmantara Endipradja menyarankan agar kedua belah pihak menyelesaikan masalah lewat jalur musyawarah dengan mengedepankan azas ultimum remedium.

Ia menuturkan, lewat jalur musyawarah, kedua pihak bisa bersepakat untuk damai, termasuk menyetujui mengenai uang ganti rugi bagi pihak yang merasa tidak diuntungkan. Namun, jika setelah proses tersebut keduanya tidak juga menemukan kesepakatan, pihak yang merasa dirugikan bisa melanjutkan perkara ke jalur hukum baik perdata maupun pidana.

"Lebih baik musyawarah dulu. Baru kalau sudah tidak ada titik temu, pihak yang merasa dirugikan bisa melapor ke polisi," kata Firman pada Ayobandung, Jumat, 6 Agustus 2021.

Menurutnya, berdasarkan KUHP Pasal 1320 sarat sah perjanjian kontrak harus memenuhi empat hal. Di antaranya kesepakatan, kecakapan, objek perjanjian, dan klausa halal. Jika salah satu dari empat syarat tersebut tak terpenuhi, maka perjanjian yang dibuat jadi tidak sah.

Selain itu, landasan hukum perjanjian bisnis juga harus mengacu pada dua pasal KUHP lain, yakni pasal 1365, dan 1338.

"Pada KUHP Pasal 1365 disebutkan tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut,” papar Firman.

Adapun pasal 1338 memuat tentang kebebasan kontrak, dimana semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.

Firman menyampaikan, hubungan PT Sumber Alfaria Trijaya dan CV Andalus Makmur sendiri merupakan interaksi bussines to bussines. Artinya, penerima waralaba bukanlah konsumen akhir, sehingga CV Andalus Makmur tidak bisa dilindungi dengan UU Perlindungan Konsumen.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Nggak Ribet! Yuk Siapkan Keuanganmu Sebelum Mudik!

Minggu, 24 April 2022 | 11:00 WIB

Nggak Ribet! Yuk Siapkan Keuanganmu Sebelum Mudik!

Jumat, 22 April 2022 | 10:50 WIB
X