Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Tekan Kesenjangan Ekonomi di Masa Pandemi

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 08:32 WIB
Ilustrasi -- Ekonomi mulai pulih.
Ilustrasi -- Ekonomi mulai pulih.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM-- Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) dapat menjadi langkah efektif dalam menstimulus kinerja ekonomi masyarakat bawah sehingga diperkirakan mampu menekan kesenjangan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Satria Aji Imawan. Menurutnya kinerja ekonomi nasional masih cukup berat pada masa pandemi tahun ini. Hal itu berdampak pada semakin lebarnya kesenjangan ekonomi. 

Di sisi lain, kata dia, langkah pemerintah melakukan holding tiga BUMN yang dikenal fokus pada pemberdayaan ekonomi dan usaha wong cilik, dapat menjadi program yang efektif dalam menstimulus kinerja ekonomi masyarakat bawah. Dengan demikian harapannya bisa menekan kesenjangan ekonomi. 

"Holding ultra mikro baik di dalam mengarahkan peningkatan kinerja UMKM dan menurunkan gap kesenjangan," katanya. 

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali pada pada Kamis (1/7) lalu. PPKM Darurat akan diberlakukan selama 3-20 Juli 2021. Langkah itu ditempuh pemerintah sebagai respon lonjakan Covid-19 di Tanah Air beberapa waktu belakangan akibat penyebaran varian baru virus Corona.

Seperti diketahui untuk memperkuat ekosistem usaha ultra mikro, pemerintah melalui Kementerian BUMN mengambil langkah holding tiga BUMN yang memang selama ini dikenal fokus pada pemberdayaan UMKM dan usaha ultra mikro. Holding tersebut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.  BRI ditunjuk sebagai induk holding.

Satria menyebut dengan holding itu, program pemberdayaan khususnya pada banyak pelaku usaha baru akan semakin efektif.  Ketiga BUMN akan saling menguatkan dalam menunjang kinerja.

Terpisah, pengamat dari MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan pembentukan holding lewat sistem inbreng sudah sangat tepat. Dia menilai langkah itu akan meningkatkan potensi efisiensi dan membuka lebar pengembangan usaha masyarakat di tataran bawah.

Penggabungan ekosistem ultra mikro pada tiga BUMN tersebut dinilai Edwin, akan membuat pasar pembiayaan mikro oleh perusahaan milik pemerintah semakin kuat. Penghimpunan data nasabah akan semakin baik, sehingga tak mustahil jika ke depan akan banyak lahir usaha mikro berkualitas. Di sisi lain, bagi pelaku bisnis di segmen ultra mikro langkah holding akan memuluskan jalan untuk mendapatkan solusi keuangan usaha yang lebih lengkap, mudah dan cepat.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

bank bjb Resmikan Kantor bjb Sekuritas di Kota Bandung

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:30 WIB
X