Ini Cara Menghindari Pinjaman dari Pinjol Ilegal

- Rabu, 30 Juni 2021 | 15:46 WIB
Ilustrasi orang sedang menggunakan telepon pintar yang dapat diinstal aplikasi pinjaman online (pinjol).
Ilustrasi orang sedang menggunakan telepon pintar yang dapat diinstal aplikasi pinjaman online (pinjol).

SEMARANG, AYOBANDUNG.COM--Pinjaman online kini sedang marak. Namun dengan keramaian itu, banyak juga yang menyalahgunakan. Alhasil belakangan banyak penipuan dengan kasus pinjaman online.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Sentosa mengatakan bahwa kegiatan usaha pinjaman online (pinjol) sudah ditata dalam peraturan OJK Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Aman menjelaskan, para usaha pinjaman online juga harus mematuhi terhadap pedoman perilaku yang sudah disusun oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia sebagai asosiasi yang telah ditunjuk oleh OJK.

"Pinjol yang terdaftar dan berizin dari OJK. Apabila mereka melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis, denda pembatasan kegiatan usaha dan bahkan akan diberikan sanksi pencabutan izin usaha. Tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan," kata Aman Santosa melalui keterangan tertulis, Rabu 30 Juni 2021.

Kemudian untuk Aman juga menyoroti maraknya pinjol illegal dan sering merugikan masyarakat dengan penipuan dan penggelapan. Bahkan selain melakukan penagihan secara misterius, pinjol ilegal banyak melakukan pelanggaran pidana lain seperti penyebaran konten pornografi, pencemaran nama baik, kemudian juga manipulasi data bahkan pengancaman.

Hal itu membuat OJK bersama Satgas Waspada Investasi yang menggandeng Kominfo dan kepolisian melakukan pemblokiran terhadap situs-situs pinjol tersebut.

"Terhadap kelompok pinjol yang melakukan pelanggaran tindak pidana ditangani oleh kepolisian. Hingga saat ini OJK bersama Satgas Waspada Investasi telah memblokir 3.193 pinjaman online ilegal," terangnya.

Untuk itu, OJK memberikan saran agar terhindar dari pinjol, masyarakat harus memastikan 2L, yakni logis dan legal. 

Jadi, kata Aman, masyarakat harus melakukan identifikasi apakah penawaran produk yang disampaikan oleh pelaku usaha itu masuk akal dan sesuai dengan kebiasaan atau peraturan yang berlaku.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

6 Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan Prediksi Akurat

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:19 WIB

Cara Dapat Uang dari Metaverse, Apa Saja?

Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:07 WIB

Menilik Manfaat Mesin Kasir untuk Bisnis Kecil

Kamis, 13 Januari 2022 | 12:55 WIB

BNI Dorong Sindikasi di Akhir tahun

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:28 WIB
X