Digital Banking bank bjb Tumbuh Berlipat di Tengah Pandemi Covid-19

- Kamis, 24 Juni 2021 | 18:26 WIB
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dalam talkshow Money Talks Power Lunch : Digitalisasi BPD di CNBC Indonesia, Kamis 24 Juni 2021.
Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dalam talkshow Money Talks Power Lunch : Digitalisasi BPD di CNBC Indonesia, Kamis 24 Juni 2021.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Pengembangan layanan perbankan digital atau digital banking adalah hal yang harus diprioritaskan dewasa ini. Terlebih setelah pandemi Covid-19 melanda, dimana pertemuan tatap muka hingga transaksi perbankan konvesional dipaksa untuk bertransformasi ke arah digital demi kemanan.

Di Indonesia, pandemi memicu pertumbuhan pesat penggunaan transaksi digital di kalangan masyarakat. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi uang elektronik pada Mei 2021 mencapai Rp23,7 triliun, atau meningkat 57,38% year-on-year.

Perkembangan transaksi digital banking ini telah disambut bank bjb bahkan sebelum pandemi muncul. Berbagai inovasi dalam bertransaksi telah disiapkan, dan berhasil memetik buah manisnya terutama pada setahun belakangan.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan, pada 2020, bank bjb berhasil memperoleh berbagai persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BI dalam hal sistem pembayaran digital. Platform digital yang dikembangkan bank bjb telah diapprove dan terbukti lolos sejumlah tes yang diperlukan.

"Pada saat yang bersamaan, terjadilah pandemi. Jadi dalam periode shifting transaksi perbankan konvensional menuju digital tersebut, bank bjb memperoleh berkah karena berhasil tumbuh dengan pesat di Jawa Barat dan Banten," ungkap Yuddy dalam talkshow Money Talks Power Lunch : Digitalisasi BPD di CNBC Indonesia, Kamis 24 Juni 2021.

Yuddy memaparkan, aplikasi mobile banking bank bjb, yakni bjb Digi, berhasil tumbuh signifikan pada periode Desember 2020 – pertengahan Juni 2021 dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan saja, pertumbuhan bjb Digi tercatat mencapai 117,4%.

bank bjb saat ini juga telah mengadopsi sistem pembayaran berbasis QRIS, yakni QR Code Indonesian Standard sebagai moda transaksi digital yang mudah dan praktis. Jumlah merchant yang tergabung dalam sistem pembayaran QRIS bank bjb juga melesat selama pandemi.

"Ekosistem QRIS merchant kami tumbuh eksponensial, meningkat hampir 20 kali lipat dari Desember 2020. Hingga pertengahan Juni 2021," ungkap Yuddy. Selain itu, fee based income dari transaksi e-channel bank bjb juga tumbuh hingga 54,25% year on year.
    
Yuddy mengatakan, bank bjb memiliki kesempatan luas untuk terus mengembangkan produk digital bankingnya. Terlebih karena ekosistem yang dimiliki di Jawa Barat dan Banten memiliki potensi tinggi untuk dioptimalkan, mengingat ±1/5 penduduk Indonesia berada di dua wilayah tersebut.

"Tahun 2021 ini menjadi tahun dimana kami berupaya memberikan kemudahan-kemudahan pada para nasabah setelah kami melakukan transformasi di awal 2020 dengan kemunculan berbagai platform. Arah bank bjb untuk memperkuat ekosistem digital di Jabar sudah on the track. Mudah-mudahan (transaksi digital) bisa terus menjadi secondary backbone dalam penerimaan fee-based income kami," ungkapnya. 

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:41 WIB

Saham Teknologi Terus Dilirik Investor

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:07 WIB

5 Usaha Ini Diprediksi Laris Manis Setelah Pandemi

Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:57 WIB

bank bjb Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:31 WIB

Ciri UMKM Lolos Jadi Penerima BLT BPUM Oktober 2021

Senin, 4 Oktober 2021 | 21:12 WIB
X