Deposito Nasabah BNI Rp 20,1 Miliar Raib, YLKI Sebut Klaim Bilyet Palsu Tak Masuk Akal

- Senin, 21 Juni 2021 | 18:36 WIB
BNI.
BNI.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mempersoalkan klaim sepihak yang dinyatakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terhadap bilyet deposito palsu senilai Rp 20,1 miliar milik Hendrik dan Heng Tao Pek.

"Klaim palsu menjadi tidak masuk akal," kata Tulus ketika dihubungi, Senin, 21 Juni 2021.

Padahal, kedua nasabah tersebut mengaku selama ini rutin untuk mengecek dana yang didepositokan, dan selalu mencetak buku tabungannya tiap bulannya. Ia pun tak menemukan kejanggalan apa pun.

Kronologi bermula ketika Hendrik tertarik menyimpan uangnya di BNI, karena ada iming-iming bunga deposito sebesar 8,25 persen per bulan. Lalu ia mentransfer uang total Rp 20,1 miliar dari Bank Maspion ke BNI lewat sistem RTGS. Seluruh transaksinya diklaim legal dan disertai bukti pendukung. Transaksi ini dilakukan di cabang Peti Kemas Pelabuhan Makassar sejak pada 2018 silam.

Pada Maret 2021 lalu, Hendrik tak bisa mencairkan depositonya, karena BNI menilai empat bilyet deposito yang dimilikinya adalah palsu.

Hendrik pin melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi dan pengadilan, setelah sebelumnya ia tak mempertanyakan nasib uang depositonya yang tak kunjung berbuah hasil.

BNI merespon, jika pihaknya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan, yang dilaporkan oleh nasabahnya.

Untuk itu, Tulus meminta BNI lebih transparan dalam proses investigasi internalnya, khususnya sebelum menyatakan jika bilyet deposito kedua nasabah tersebut palsu.

"Kepalsuannya di mana? Harus dijelaskan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Pinjaman Online Lewat WA Tanpa KTP, Klik DANA Aja

Rabu, 30 November 2022 | 11:58 WIB
X