Ekonomi Indonesia Terburuk Sejak 1998, BPS Beberkan Penyebabnya

- Jumat, 5 Februari 2021 | 12:08 WIB
Ilustrasi -- IHSG Melemah.
Ilustrasi -- IHSG Melemah.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mengalami kontraksi cukup hebat. Di mana pertumbuhan ekonomi dalam negeri hanya bergerak pada angka minus 2,07 persen.

Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya yang masih tetap positif di angka 5,02 persen.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan minus 2,07 persen ini merupakan yang terburuk sejak krisis moneter (Krismon) tahun 1998.

"Dengan demikian sejak 1998 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi alami kontraksi karena adanya krismon dan global, dan di 2020 minus 2,07 persen karena pandemi," kata Kecuk dalam konfrensi pers secara virtual, Jumat (5/2/2021).

Pandemi kata Kecuk benar-benar meluluhlantakan ekonomi Indonesia sepanjang 3 kuartal berturut-turut dan menjadikan ekonomi Indonesia resmi masuk jurang resesi.

"Ini merupakan dampak pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia dan kita juga melihat buruknya dampak pandemi ke seluruh ekonomi," kata katanya.

Jika dirinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I sebesar 2,97 persen, kuartal II minus 5,32 persen, kuartal III minus 3,04 persen, dan kuartal IV minus 2,19 persen.

Meski begitu kata dia kondisi ekonomi pada kuartal IV 2020 telah menunjukan perbaikan tak hanya di tingkat global tetapi juga di tingkat domestik.

Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tumbuh minus 2,19 persen, tetapi pertumbuhan yang negatif ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang minus 3,04 persen.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

bank bjb Resmikan Kantor bjb Sekuritas di Kota Bandung

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:30 WIB
X