2021, Tren Penggunaan Marketplace Akan Semakin Meroket

- Senin, 4 Januari 2021 | 13:10 WIB
CEO agensi digital Boleh Dicoba Digital Rizki Fahrurrozi.
CEO agensi digital Boleh Dicoba Digital Rizki Fahrurrozi.

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 berdampak pada pergeseran pola belanja masyarakat ke arah digital secara signifikan. Bila sebelumnya berbelanja daring adalah hal opsional, dalam beberapa bulan belakangan hal tersebut tak lagi bisa dihindari.

Perubahan pola transaksi masyarakat tersebut juga berimbas pada para pelaku usaha termasuk UMKM. Mau tidak mau, mereka harus mulai beralih memasarkan berbagai produknya secara digital.

CEO agensi digital Boleh Dicoba Digital (BDD) Rizki Fahrurrozi mengatakan, selama pandemi Covid-19, banyak UMKM yang mulai beralih atau memaksimalkan penjualan produk mereka melalui marketplace. Mereka yang telah lebih dulu memanfaatkan marketplace juga berupaya merancang strategi pemasaran baru agar tidak kalah saing.

"Perpindahan pertama mereka yang sebelumnya tidak fokus berjualan di online adalah kebanyakan karena alasan pandemi, selain itu penetrasi pengguna marketplace juga luar biasa di tahun ini," ungkapnya ketika ditemui di kantor BDD Jalan Mangga, Kota Bandung belum lama ini.

Dia mengatakan, marketplace banyak digemari karena menawarkan berbagai keunggulan dibanding berjualan online via situs pribadi perusahaan ataupun WhatsApp. Beberapa keuntungan bagi pengguna seperti sistem gratis ongkos kirim menjadi salah satunya.

"Seperti pada saat 12.12 kemarin, atau sebelum-sebelumnya, para marketplace itu sudah memiliki program masing-masing dan hal tersebut juga membantu UMKM untuk tumbuh," ungkapnya.

Rizki menyebutkan, tren penggunaan marketplace juga akan terus berkembang di 2021. Pertumbuhan penggunanya yang signifikan di tahun ini juga diprediksi masih akan berlanjut di tahun depan, mengingat pandemi Covid-19 pun belum berakhir.

"Kita melihat selama pandemi masih berlangsung, penetrasi marketplace masih akan sangat tinggi, ditambah pengguna sosial media yang semakin hari semakin bertambah," ungkapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan pengalamannya menangani sekitar 150-an klien dengan berbagai core bisnis selama pandemi, kebanyakan dari mereka yang dapat bertahan salah satunya karena memiliki basis konsumen lewat marketplace. Hal tersebut salah satunya tercermin dari peningkatan penjualan pada momen promo belanja online seperti pada 12 Desember lalu.

"Dibandingkan degan 12.12 tahun kemarin, di 12.12 tahun ini klien-klien kita mencatatkan rekor penjualan tertinggi. Penjualan meningkat hingga 300% selama satu hari dibanding tahun lalu di waktu yang sama," ungkapnya.

Meski demikian, dia mengatakan, jenis industri masing-masing bisnis pun menjadi penentu. Bisnis sepatu misalnya, dia mengatakan, mengalami kemerosotan penjualan karena di masa pandemi orang tidak banyak keluar rumah.

"Kalau di luar itu (12 Desember 2020) fluktuatif, tergantung bisnisnya. Alas kaki, tas, dan aksesori lumayan terganggu. Tapi beberapa klien skin care dan produk kecantikan setelah pandemi penjualannya malah meningkat sampai 300%," katanya.

Rizki menyebutkan, perusahaannya sendiri mencatatkan peningkatan klien selama pandemi. Hal tersebut dipicu oleh pergeseran pola transaksi konsumen ke arah digital yang mau tidak mau membuat sejumlah perusahaan harus merancang strategi pemasaran yang baru.

"Selama pandemi pertumbuhan klien kita mencapai sekitar 150%. Banyak bisnis yang mengontak kita karena mereka belum fokus di online, tapi ingin mulai merambah online. Atau yang sudah lama berjualan di marketplace, tapi ingin mengembangkan pengunjung marketplace mereka," katanya.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:41 WIB

Saham Teknologi Terus Dilirik Investor

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:07 WIB

5 Usaha Ini Diprediksi Laris Manis Setelah Pandemi

Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:57 WIB

bank bjb Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:31 WIB

Ciri UMKM Lolos Jadi Penerima BLT BPUM Oktober 2021

Senin, 4 Oktober 2021 | 21:12 WIB
X