Menjaga Stabilitas Keuangan di Era New Normal

- Rabu, 24 Juni 2020 | 18:53 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia bersiap beradaptasi dengan new normal. Persiapan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini sebagai usaha untuk memperbaiki sektor ekonomi yang telah terpukul telak.

Hampir seluruh sektor terdampak pandemi Covid-19 ini. Salah satunya yang tampak nyata adalah sektor ekonomi, mulai mikro hingga makro. Di sektor ini pula dampaknya paling terasa lantaran menyangkut hajat hidup masyarakat. 

Direktur Kpw BI Jabar, Pribadi Santoso menyampaikan jalan alternatif untuk membangkitkan ekonomi di tengah pandemi, yakni semua pihak bisa berkontribusi minimalisasi dan mitigasi dampak ekonomi. Pemerintah pun terus berusaha mengeluarkan kebijakan ekonomi yang efektif untuk menghadapi dampak kondisi ketidakpastian seperti saat ini.

"Jabar ini, 60% ekonomi Jabar orientasinya ekspor dari manufaktur jadi sangat bergantung pada kondisi ekonomi global. Menurut saya yang menjadi faktor penentu adalah bagaimana kita AKB. Kalau kita bisa melakukan kegiatan ekonomi dan menyesuaikan diri dengan covid, kita bisa melakukan kegiatan ekonomi dengan baik. Dan kalau tidak, ya yang terjadi tidak akan pulih-pulih, memburuk. Jadi kuncinya adaptasi terhadap kebiasaan baru," kata Pribadi dalam webinar 'Unlock Your Potential, Seize The Opportunity of The New Normal,' Rabu (24/6/2020).

Pribadi menyampaikan, langkah pertama dalam menjaga stabilitas keuangan di era New Normal dengan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru secara maksimal. Selain itu, membangkitkan ekonomi dengan mengoptimalkan sektor komunitas skala kecil mulai dari UMKM. Sebab, perubahan digital akan tumbuh sangat pesat di hampir semua sektor.

Dia bahkan menyebut, pertumbuhan ekonomi digital di Asia tenggara pada 2019 sudah mencapai 40 miliar USD. Namun dalam kondisi ini, pertumbuhan ekonomi digital diprediksi menjadi 3 kali lipat di beberapa tahun mendatang.

"Ekonomi digital yang tumbuh pesat ini lah yang seharusnya kita optimalkan supaya kita tetap berusaha dalam kondisi pandemi dan bagaimana kita bisa membuat pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi. Meskipun ada covid, kalau kita bisa memanfaatkan digital ini dengan baik tentunya akan bisa lebih dimaksimalkan lagi," katanya.

Senada, Deputi Direktur Pengawasan  Lembaga Jasa Keuangan Regional 2 Jabar OJK, Sabarudin menyampaikan, era new normal mendatangkan peluang sekaligus tantangan bagi jasa keuangan dan perbankan.

"Kami ingin menyampaikan, kunci kecanggihan digital itu adalah kesiapan kita. Tapi masalahnya sekarang SDM perbankannya siap tidak? Apalagi saat ini telah ada infrasutruktur yang sudah cukup pada perbankan," katanya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X