Ekonomi Indonesia Diperkirakan Kembali Pulih Tahun 2022

- Senin, 27 April 2020 | 15:58 WIB
Ilustrasi ekonomi.(Pixabay)
Ilustrasi ekonomi.(Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM — Selain menyebabkan mandeknya berbagai bidang usaha, wabah Covid-19 juga berpotensi mengubah tatanan ekonomi dunia yang ditandai dengan berubahnya peta perdagangan dunia. 

Kinerja perdagangan global dipastikan akan terganggu akibat lambatnya perbaikan kinerja manufaktur, khususnya di China hingga menjelang semester pertama tahun ini.
 
Di tambah dengan jalur distribusi logistik yang juga terganggu, dampak negatif mau tak mau akan menerpa ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Kesimpulan ini didapatkan Pusat Kajian Visi Teliti Saksama (VTS) melalui riset kajian berjudul ‘Limbung Roda Terpasak Corona’ yang telah diterbitkan sebelumnya. 

Menurut uji simulasi pandemi dengan model sistem dinamik oleh peneliti Visi Teliti Saksama, M. Widyar Rahman, pandemi Corona di Indonesia diperkirakan akan reda pada awal Juni 2020. 

Lantas, jika wabah Covid-19 di Indonesia diperkirakan baru bisa mereda pada Juni 2020, bagaimana dengan pemulihan ekonomi Indonesia? 

“Tentunya proses pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu yang lebih panjang, setidaknya sampai akhir 2021,” kata Widyar, Senin (27/4/2020). 

Menurut analisis Widyar, pandemi tidak akan bertahan bertahun-tahun di Indonesia. Melalui peran aktif seluruh warga negara, penurunan jumlah kasus Covid-19, seharusnya dapat lebih cepat dari perkiraan model tersebut. Namun, hal ini tetap dipengaruhi oleh kebijakan yang diambil pemerintah dalam upaya menekan penyebarannya. 

“Kami memperkirakan, peningkatan permintaan barang dan jasa akan terjadi di bulan Ramadan dan Idulfitri, meski tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, sedikit kenaikan permintaan ini belum cukup untuk mengkompensasi cedera pada industri,” tuturnya. 

Pasalnya, pemenuhan stok yang seharusnya dilakukan dua sampai tiga bulan jelang Ramadan tidak bisa terpenuhi akibat impor yang mandek. Melihat dampaknya yang masif, kerugian yang ditimbulkan pamdemi Covid-19 tentu tidak main-main. 

“Jika dibandingkan wabah SARS 2002–2003 yang juga berasal dari China, dampak negatif dari merebaknya Covid-19 terhadap perekonomian akan jauh lebih luas,” lanjutnya. 

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:41 WIB

Saham Teknologi Terus Dilirik Investor

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:07 WIB

5 Usaha Ini Diprediksi Laris Manis Setelah Pandemi

Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:57 WIB

bank bjb Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:31 WIB

Ciri UMKM Lolos Jadi Penerima BLT BPUM Oktober 2021

Senin, 4 Oktober 2021 | 21:12 WIB
X