Airlangga Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Bagus

- Rabu, 5 Februari 2020 | 12:15 WIB
Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada 2019 tumbuh 5,02%. Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menilai fundamental perekonomian Indonesia masih dalam posisi baik. Pasalnya Indonesia masih mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen pada 2019.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pencapaian tersebut didorong oleh konsumsi dalam negeri dan investasi. Di sini, Indonesia mampu menunjukkan iklim kompetitif dan investasinya.

"Sinergi kebijakan fiskal dan moneter, reformasi struktural dan keberlanjutan akan menstimulasi transformasi ekonomi," ujarnya saat acara 'Mandiri Investment Forum 2020' di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2).

AYO BACA : Stunting Tak Hanya Dialami Keluarga Miskin

Airlangga mengakui kondisi global masih akan menantang pada tahun ini, walaupun tensi perdagangan sudah mulai mereda, sehingga disrupsi memengaruhi manufaktur global tetap ada. Ada beberapa negara yang membawa angin segar terhadap ekonomi global, meski dibayang-bayangi oleh peristiwa menyebarnya virus corona.

Saat ini, semua agensi Credit Rating telah memperhitungkan Indonesia sebagai negara yang bagus untuk investasi dengan risiko rendah. Japan Credit Rating Agency (JCR) telah menaikkan sovereign debt rating Indonesia dari BBB dengan proyeksi positif menjadi BBB+ dengan proyeksi stabil pada Januari 2020.

Kemudian, Global Competitiveness Index dari World Economic Forum (WEF) serta World Competitiveness Index dari IMD memperlihatkan peningkatan pada daya saing bisnis dan digital di Indonesia, sehingga berinvestasi di negara ini masih aktraktif.

AYO BACA : Menko Ekonomi: Jika Terlanjur Ekspor, Hewan Hidup dari Cina Akan Dikembalikan

Pada jangka panjang, kata Airlangga, pemerintah berkomitmen membawa perubahan yang akan menghindarkan jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). Ada tujuh agenda yang termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi dan menyokong transformasi ekonomi.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Kinerja APBN Jawa Barat Mengalami Surplus

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:02 WIB

Berusia 17 Tahun, LPS Ungkap Rencana Selanjutnya

Kamis, 22 September 2022 | 16:26 WIB

Saat Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Minggu, 18 September 2022 | 16:03 WIB
X