Belum Kantongi Izin, Meikarta Tetap 'Ngeyel' Pasarkan Proyek

- Selasa, 1 Agustus 2017 | 16:33 WIB
Stand pemasaran proyek Meikarta di Gedung Sate, Selasa (1/8/2017).(Ist)
Stand pemasaran proyek Meikarta di Gedung Sate, Selasa (1/8/2017).(Ist)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Larangan Lippo Group untuk memasarkan proyek Meikarta oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar karena belum kantongi izin rupanya tidak berpengaruh.

Tindakan berani dan mencolok justru ditunjukan pengembang Meikarta, Lippo Group di Gedung Sate, Bandung, Selasa (1/8/2017).

Meski Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar sudah memerintahkan agar Lippo segera menghentikan pemasaran mengingat pengembang wilayah Bekasi tersebut belum kantongi izin, larangan ini tidak berefek.

Buktinya, Lippo Group membuka stand promosi dan pemasaran di kantin Gedung Sate. Ada sekitar empat orang yang menawarkan proyek kota terpadu tersebut kepada PNS Pemprov Jabar. "Kok larangan pak wagub seperti nggak ngaruh ya?" kata salah seorang PNS yang enggan disebut namanya.

Pemasaran Meikarta tersebut seperti tidak terpengaruh dengan statement keras wagub di media usai rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Jabar.

"Saya minta kegiatan pembangunan dan pemasaran Meikarta dihentikan sementara sampai jelas RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) dan sampai keluarnya rekomendasi provinsi. Ini ternyata permohonan izin pun belum ada. Hati-hati Meikarta, kalau sampai ini diabaikan, yang lain akan lakukan hal yang sama," katanya.

Meski terlambat pihak Gedung Sate sendiri langsung bereaksi dengan meminta para agen tersebut untuk segera menutup gerai karena belum kantongi izin pembangunan. Permintaan tersebut disampaikan langsung Kabag Rumah Tangga Setda Jabar Dedi Effendy.

"Saya minta ditutup saja, soalnya sebelumnya ada pengembang perumahan mau promosi di sini juga ditolak. Jadi lebih baik ditutup saja tidak enak sama yang lain," katanya beralasan.

Pihak pemasaran Meikarta sendiri sudah menempuh prosedur untuk membuka stand promosi di kantin Gedung Sate dengan membayar biaya sewa tempat Rp150.000 untuk satu hari kepada pihak koperasi.

Meski begitu tidak ada penolakan atas permintaan tersebut. Dengan senyum kecut, mereka membereskan banner dan meja tempat promosi.

Baca Juga: Wagub Jabar Desak Meikarta Hentikan Proyek

Baca Juga: Proyek Meikarta Tidak Berizin

Baca Juga: Pemprov Jabar Ingatkan Meikarta Patuhi Tata Ruang

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Aplikasi Pembukuan Terbaik Untuk UMKM

Jumat, 17 September 2021 | 17:18 WIB

Layanan bjb Precious Rebranding Menjadi bjb Prioritas

Jumat, 17 September 2021 | 14:30 WIB
X