Tren 'Thrifting', Tampil Keren Tak Harus Mahal

- Senin, 21 Juni 2021 | 14:10 WIB
Baju maupun jaket bekas yang terpampang di Pasar Cimindi, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Baju maupun jaket bekas yang terpampang di Pasar Cimindi, Kota Cimahi, Jawa Barat.

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM- Apa itu thrifting? Thrifting adalah kegiatan berburu atau mencari barang bekas, unik dan langka tentunya dengan harga yang jauh lebih murah dari harga toko retail di pasaran.

Kegiatan hunting atau berburu barang dilakukan di pasar loak, pinggir jalan maupun pasar bekas lainnya. Dalam berburu barang bekas, ada kepuasan tersendiri, yaitu mendapatkan barang langka atau branded dengan harga yang sangat murah.

Pasar ataupun tempat yang menjajakan barang bekas yang unik dan langka disebut dengan thrift shop. Di musim pandemi Covid-19 berburu bisa dilakukan di toko online. Namun dengan harga yang sudah terpatok dan tidak perlu panas-panasan tinggal ketik maka barang yang dicari akan muncul.  Hal ini untuk mengurangi penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia.

Rifki salah satu pemilik toko thrift shop mengatakan perlu ketelitian dan kejelian untuk mengetahui barang tersebut incaran kolektor maupun barang branded. Selain itu ia harus memberi tahu kekurangan barang tersebut seperti sobek, warna yang pudar maupun cacat pada barang jualannya.

“Harus jeli liat barang, harus lebih tahu juga barang apa yang lagi tren, misal orang lagi cari jaket Columbia. Saya kasih harga jangan jual kemurahan jangan juga kemahalan dan pedagang harus udah tahu merk apa aja yang branded sama barang original itu pasti beda harga dengan baju atau jaket biasa. Harus jujur juga sama pelanggan kalo ada warna luntur, sobek atau cacat gitu aja sih paling” ujar Rifki

-
Jaket yang terdapat sobekan, Rifki memberitahu kekurangan produk tersebut kepada konsumen. (Ayobandung.com/Muhammad Qeis/Magang)

Strategi dalam situasi pandemi Covid-19 haruslah cermat, Rifki menjual fesyen tidak hanya dengan dijual di toko. Ia menjual fesyen di sosial media hingga online shop pembeli berasal dari luar kota dan luar pulau Jawa.

“Kalau sekarang ini pasar sepi, soalnya pembatasan sosial berlaku kebanyakan sekarang beli online lewat tokped sama shopee. Toko tetep buka tapi jarang ada yang beli, memang pandemi kita harus puter otak juga,” ujar Rifki

Tren thrifthing semakin digandrungi oleh anak muda yang peduli oleh lingkungan. Tren fesyen cepat memiliki efek konsumtif bagi konsumen serta bahan kualitas yang buruk mengakibatkan tumpukan sampah tekstil. Hal ini menjadikan tren fesyen cepat berbahaya bagi lingkungan. Dengan adanya tren membeli fesyen bekas yang tinggi maka pemburu fesyen bekas perlu memperhatikan 5 hal sebelum membeli barang incaran.

Berpakaian Sederhana

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Gaya Hidup Slow Fashion, Bagaimana Cara Memulainya?

Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:50 WIB

Tips Memilih Peralatan Dapur Untuk Rumah

Sabtu, 31 Juli 2021 | 17:06 WIB

Tren 'Thrifting', Tampil Keren Tak Harus Mahal

Senin, 21 Juni 2021 | 14:10 WIB

Ini Tips Pilih Parfum Sesuai Suasana Hati

Selasa, 1 Juni 2021 | 19:33 WIB
X