Natura Kultura: Alam dan Budaya dalam Ungkapan Perupa

- Senin, 21 Agustus 2017 | 08:11 WIB
Deretan karya para peserta Pameran seni rupa 'Natura Kultura' . (Eneng Reni/AyoBandung)
Deretan karya para peserta Pameran seni rupa 'Natura Kultura' . (Eneng Reni/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Seni merupakan luapan ekspresi perasaan dan pikiran dalam merespons lingkungan, alam, maupun budaya di sekitar kehidupan sang seniman. Seniman menghayati apa yang dilihatnya sehingga mendorong lahirnya gagasan-gagasan untuk dijadikan karya seni. 

Karya seni juga bukan semata-mata ekspresi perasaan, namun juga bisa memiliki ekspresi nilai, baik nilai esensi, nilai kognitif, dan nilai kreativitas. 

Seniman, karya seni, dan apresiator bak tiga pilar atau komponen utama untuk pendukung kehidupan seni. Tidak satupun komponen tersebut dapat diabaikan keberadaannya, karena kesatuannya yang dinamis memungkinkan seni hidup berkembang dalam masyarakat. Artinya, ketiganya saling berinteraksi secara dinamis dan kreatif. 

Narasi ini adalah sebuah pengantar spirit terselenggaranya sebuah ajang pameran seni rupa bertajuk 'Natura Kultura' yang diselenggarkan dari tanggal 19 - 27 Agustus 2017 di Lobby Prama Grand Preanger Bandung. Pameran seni rupa tersebut akan menghadirkan beragam corak warna, gaya, dan latar belakang perupanya dalam merespos alam dan budaya.

Sang kurator, Agus Cahyana mengatakan, 'Natura Kultura' ini merupakan sebuah metafora dari kata natural kultural. Dua kata tersebut menurutnya memiliki makna yang luas dan dalam. Namun, dalam pameran kali ini, Agus coba menyampaikan makna yang jauh lebih disesuaikan dengan paradigma dari sang perupa atau seniman, yang tentu tafsirnya bisa beragam. 

Secara definisi pun bagi Agus, natura (natural) memiliki arti alamiah atau bersifat alami, native, original, dan fleksibel. Sementara Kultura (Kultural) memiliki arti sesuatu yang terkait dengan kebudayaan kelompok tertentu serta kebiasaan yang meliputi kepercayaan tradisi yang berhubungan dengan hal-hal berbau seni, musik, tari, dan lainnya. 

"Dua unsur itu yang menjadi inspirasi, yang untuk kemudian kami jadikan sebuah judul untuk pameran seni rupa. Hal ini diambil karena manusia, terutama para perupa, pelukis, atau seniman tak pernah lepas dari unsur natura (alam) dan kultura (budaya)," kata Agus disela pembukaan pameran seni rupa 'Natura Kultura' di lobby Prama Grand Preanger, Bandung, Sabtu (19/8/2017).

Ruang Ekspresi Perupa
Tajuk 'Natura Kultura' ini, menurut Agus dimaksudkan pula untuk memberi ruang bagi para seniman untuk menginterpretasikan ekspresinya sesuai dengan persepsi masing-masing.

Berkaitan dengan interpretasi mengenai budaya dan lingkungan yang hidup di sekitar seniman, di mana ia bisa diposisikan sebagai bagian dari keduanya ataupun sebagai sosok yang berjarak sehingga dapat memberi pandangan yang unik dan menarik.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Ratusan Peserta Meriahkan Pasundan Ride bank bjb 2021

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:01 WIB
X