Pemalsu Obat-obatan di Cimahi Raup Untung Hingga Miliaran Rupiah

- Rabu, 28 Juli 2021 | 15:29 WIB
Pengungkapan kasus obat-obatan ilegal di Mapolrestabes Polda Jabar, Rabu, 28 Juli 2021.
Pengungkapan kasus obat-obatan ilegal di Mapolrestabes Polda Jabar, Rabu, 28 Juli 2021.

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polisi berhasil menangkap satu tersangka residivis, YH, sebagai produsen obat-obatan ilegal yang diproduksi secara industri rumahan atau home industry. Penangkapan ini terjadi pada pekan lalu, tepatnya Kamis, 22 Juli 2021 sekitar pukul 18.30 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengungkapkan, polisi mengamankan barang bukti berupa bahan baku tepung tapioka, satu plastik bahan aktif, magnesium dua kaleng pewarna obat, empat bungkus kecil gelatin, jutaan butir obat siap edar, dan mesin produksi dari tersangka YH. Selain YH, ada dua orang lagi berstatus DPO yakni M dan A.

Lalu ada juga penyitaan jumlahnya 25.000 butir obat merk profertil yang sudah dikemas, 42 butir obat merk nizoral, dan 2,8 juta butir obat berlogo LL. Obat-obatan ilegal ini dijual bermotifkan menguntungkan pribadi, dan keuntungan dari penjualan obat itu dapat meraup miliaran rupiah.

"Totalnya itu bisa mencapai Rp 2,83 miliar," kata Erdi di Mapolda Jabar, Rabu, 28 Juli 2021.

Total itu, kata Erdi, merupakan perkiraan asumsi keuntungan dari pelaku menjual obat-obatan ilegal itu. Dari 25.000 butir profertil dengan harga Rp1.200 per butir maka bisa raup keuntungan Rp30 juta, kemudian 42 butir nizoral dijual dengan Rp 500 per butir, maka mendapat Rp21.000.

Sedangkan 2,8 juta obat berlogo LL, dijual dengan Rp 1.000 per butir maka total yang didapat adalah Rp2,8 miliar rupiah.

Erdi melanjutkan, jutaan obat itu siap diedarkan pada umumnya ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan lebih dalam sebab tersangka, menurutnya melakukan penjualan kepada agen-agen dan agen ini yang akan bersentuhan langsung dengan konsumen.

"Termasuk juga penyuplai bahan bakunya yang mana bahan baku pembuatan pil ini yaitu kafein dan juga bahan bakunya adalah trieksi penidil," katanya.

"Trieksi penidil ini sangat berbahaya sekali dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan jantung, hipertensi, gangguan mental dan sebagainya," tutupnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Sungai-sungai di Cimahi Berwarna Hitam, Ini Penampakannya

Selasa, 14 September 2021 | 16:37 WIB
X