Tak Kapok Dipenjara, Residivis di Cimahi Kembali Produksi Obat Ilegal

- Rabu, 28 Juli 2021 | 14:41 WIB
Pengungkapan kasus obat-obatan ilegal di Mapolda Polda Jabar, Rabu, 28 Juli 2021.
Pengungkapan kasus obat-obatan ilegal di Mapolda Polda Jabar, Rabu, 28 Juli 2021.

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar mengungkap produksi obat-obatan ilegal yang diproduksi secara industri rumahan atau home industry. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengatakan, pengungkapan itu terjadi pada pekan lalu, tepatnya Kamis, 22 Juli 2021 sekitar pukul 18.30 WIB, di Jalan Gunung Kinibalu, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi RT 01 RW 09, Cimahi Utara.

Atas pengungkapan ini, pihaknya mengamankan satu tersangka berinisial YH, yang juga sebagai pemilik dari home industry tersebut. YH merupakan residivis yang pernah dihukum dengan kasus yang sama pada 2014. 

"Tersangka sebelumnya sudah pernah divonis dengan masalah yang sama dan vonisnya hanya 8 bulan," ujar Erdi di Mapolda Polda Jabar, Rabu, 28 Juli 2021.

Erdi menjelaskan, pada kasus ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa bahan baku tepung tapioka, satu plastik bahan aktif, magnesium dua kaleng pewarna obat, empat bungkus kecil gelatin, jutaan butir obat siap edar, dan mesin produksi dari tersangka YH.

"Lalu ada juga penyitaan jumlahnya 25.000 butir obat merk profertil yang sudah dikemas, 42 butir obat merk nizoral, dan 2,8 juta butir obat berlogo LL, dengan total nilai keuntungan Rp2,8 miliyar," katanya.

Selain YH, kata Erdi, dua orang lagi masih berstatus DPO, Kedua orang tersebut antara lain berinisial M, sebagai pemasok bahan baku dan berinisal A ini salah satu dari mereka (YH dan M) sebagai marketing.

"Untuk DPO dua orang segera menyerahkan diri," tegasnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Sungai-sungai di Cimahi Berwarna Hitam, Ini Penampakannya

Selasa, 14 September 2021 | 16:37 WIB
X