Kuli Bangunan di Cimahi Banting Setir Jadi Penjual Bendera Musiman

- Rabu, 28 Juli 2021 | 14:31 WIB
Ajay (33), penjual bendera musiman di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi.
Ajay (33), penjual bendera musiman di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi.

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Sejak pagi, Ajay (33) telah membentangkan bendera merah putih berbagai ukuran serta umbul-umbul beraneka warna di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi. Rabu 28 Juli 2021, adalah hari pertama dia menjadi penjual bendera musiman di Kota Cimahi

Lapak dagangan miliknya tak mempunyai atap maupun alas. Dengan modal seuntai tali, bendera, umbul-umbul, dan backdrop miliknya ia bentangkan di pinggir trotoar jalan. Sesekali bendera itu terlihat bergoyang ke depan dan belakang, seakan menari-menari setelah ditiup angin.

Matahari telah berada tepat di atas kepala. Namun belum satu pun dagangan Ajay terjual. Ia tak mau menyerah, karena menjadi penjual bendera musiman adalah keputusan bulat yang diambil di tengah sepinya panggilan menjadi buruh bangunan. 

"Saya buruh bangunan. Tapi karena sepi panggilan, sekarang jualan bendera. Hari pertama ini belum ada satu pun laku. Mau gak mau harus dijalani, konsekuensi berdagang memang seperti ini," ucap Ajay saat ditemui Ayobandung.com, Rabu, 28 Juli 2021. 

-
Ajay (33), penjual bendera musiman di Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

Ajay tak sendiri, ia bercerita datang bersama tiga orang kawannya dari kawasan Leles, Kabupaten Garut. Sama dengan dirinya, ketiga kawan Ajay dulu berprofesi sebagai buruh bangunan.

Zaman pagebluk membuat mereka harus banting setir menjadi penjual bendera. Selain momentumnya pas, sekawanan pemuda itu punya kenalan seorang konveksi yang membuat pernak-pernik Agustusan. 

"Saya bersama 3 kawan lain ngontrak sampai tanggal 16 Agustus. Masing-masing kami bawa 10 kodi bendera untuk jual di daerah Cimahi," tambahnya. 

Berkaca pada tahun lalu, dari 15 kodi bendera dan umbul-umbul, ia bisa mengantongi untung bersih Rp500.000-600.000. Uang sebesar itu, baginya sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari di kampung. 

Harga dagangannya cukup bervariasi. Untuk umbul-umbul dibandrol harga Rp20.000, bendera Rp30.000-50.000, dan background Rp250.000 per 10 meter. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Sungai-sungai di Cimahi Berwarna Hitam, Ini Penampakannya

Selasa, 14 September 2021 | 16:37 WIB
X