Curhat Sopir Ambulans Antar Ratusan Pasien Covid-19 di Cimahi

- Minggu, 25 Juli 2021 | 13:43 WIB
Petugas membawa pasien Covid-19 ke Ruang Isolasi Khusus (RIK) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung.
Petugas membawa pasien Covid-19 ke Ruang Isolasi Khusus (RIK) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung.

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Asep Muhamad Rahman Soleh, 39, masih ingat betul ketika pertama kali membawa pasien yang terinfeksi Covid-19. Ketika itu, virus tersebut mulai menginfeksi warga Kota Cimahi.

Menggunakan ambulans yang setia menemaninya sejak 2011, warga Kampung Cisangkan Girang, RT 04/10, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi itu merujuk pasien ke pusat isolasi BPSDM Jabar.

Ketika itu Asep tidak hanya dituntut jago mengemudi, ia juga harus memiliki mental kuat, ditambah bayang-bayang infeksi virus corona jenis. Juga harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap disertai bekal atau cara memperlakukan pasien yang secara khusus itu.

"Pertama merujuk pasien itu Maret 2020 ke BPSDM," ucap Asep kepada Suara.com, belum lama ini. 

Ketika itu, hanya Asep dan temannya bernama Ridwan yang bertugas membawa pasien Covid-19 se-Kota Cimahi. Kemudian selang sebulan kasus yang terkonfirmasi positif di Kota Cimahi pun semakin membeludak.

Sehingga kebijakan baru pun dibuat, di mana pasien khusus yang terinfeksi virus korona harus dirujuk sopir ambulans Puskesmas masing-masing. Saat itu Asep ditugasi untuk meng-cover Puskesmas yang tidak memiliki sopir ambulans.

"Waktu lagi-rame-ramenya saya setiap hari merujuk 4-6 pasien. Kebetulan saya hanya antar pasien, bukan jenazahnya," ujar Asep.

Diakuinya berhadapan dengan pasien Covid-19 haruslah memiliki mental yang kuat, sebab bukan hanya bahaya jalanan yang mengintai, melainkan juga risiko tertular virusnya pun cukup besar.

Namun dengan niat ibadah dan mengikuti protokol kesehatan yang dilengkapi APD, Asep meyakini akan terhindar dari Covid-19. Ia tetap ikhlas dan selalu siap dengan tugas yang diamanatkan kepadanya.

"Alhamdulillah belum pernah dan jangan sampai tertular," tuturnya.

Pada awalny, Asep sering mengalami pengalaman aneh ketika membawa pasien. Kondisi itu dialaminya ketika awal menjadi sopir ambulans. Hatinya selalu berontak membawa pasien.

Selalu saja ada kejadian yang janggal, seperti ban selalu bocor, terkadang lampu kendaraan menyala sendiri hingga mobil yang dibawanya terasa lebih berat dari  biasanya.

"Setelah kejadian itu, saya niat bawa pasien ini untuk ibadah. Makanya sekarang mau malam atau subuh juga saya InsyaAllah siap merujuk," sebut Asep.

Ia sendiri pertama kali menjadi sopir ambulans pada 2011 ketika ada informasi lowongan di Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Ia ditugasi menjadi sopir ambulans di Puskesmas Padasuka. Ia berstatus Tenaga Harian Lepas (THL).

Asep pun harus beradaptasi dengan mobil ambulans, yang tentunya memiliki adrenalin berbeda dengan kendaraan biasa. Awalnya ia gugup, sebab nyawa pasien seolah berada di bawah kendalinya saat pertama kali merujuk.

"Pertama merujuk, deg-degan serba bingung soalnya nyawa pasien ada di kendali saya. Begitu yang ada diingatan saya. Kalau saterusnya biasa aja seperti membawa mobil biasa," ungkap Asep.

Kemudian pada 2012, Asep sempat ditarik ke Dinas Kesehatan yang merangkap menjadi sopir Sekretaris Dinas Kesehatan saat itu. Pada 2020 ia ditugaskan lagi di Puskesmas Cipageran dan bertahan hingga saat ini.

Beberapa saat berada di Puskesmas Cipageran, ia pun langsung dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Sudah ada ratusan pasien Covid-19 yang ia tujuk ke berbagai rumah sakit rujukan maupun pusat isolasi lainnya.

Berbagai kondisi pasien Asep temukan. Dari mulai yang ringan sampai terparah, seperti yang mengalir gejala sesak nafas hingga berjalan pun harus dibopong. Air matanya pun sempat menetes ketika ia menyaksikan pasien yang dibawanya meninggal dunia.

"Waktu itu, begitu sampai IGD sudah serah terima, pasien meninggal. Belum sempat mendapat tindakan dari rumah sakit, keburu meninggal," beber Asep.

Namun ada kesan bahagia yang dirasakan Asep ketika ada pasien yang dirujuknya kembali sembuh. Ia pun berharap pandemi Covid-19 ini segera mereda, bahkan berakhir. Sehingga kehidupan pun bisa berjalan normal seperti beberapa tahun lalu.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
X