SMK di Cimahi Mulai Sekolah Tatap Muka

- Selasa, 23 Maret 2021 | 07:18 WIB
Seorang Siswi SMK di Kota Cimahi melakukan praktek memasak di sekolah setelah Pemerintah Kota Cimahi membolehkan sekolah tatap muka untuk SMK mulai Senin (22/3/2021).
Seorang Siswi SMK di Kota Cimahi melakukan praktek memasak di sekolah setelah Pemerintah Kota Cimahi membolehkan sekolah tatap muka untuk SMK mulai Senin (22/3/2021).

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SMK di Kota Cimahi akhirnya dimulai pada Senin (22/3/2021). Namun pembelajaran langsung di sekolah di tengah pandemi Covid-19 ini hanya untuk kelas XII yang harus melakukan praktikum.

Salah satu sekolah yang mulai menjalankan praktikum tatap muka yakni SMK Negeri 3 Cimahi yang terletak di Kelurahan Citeureup, Kecamatan Utara, Kota Cimahi.

Total siswa kelas 12 SMK Negeri 3 Kota Cimahi sebanyak 500 orang terbagi dalam lima kejuruan yaitu jurusan Tata Boga, Tata Busana, Multimedia, Akomodasi Perkantoran, dan Akomodasi Perhotelan. Namun hanya 30% saja yang diperbolehkan hadir hari ini.

"Hari ini kita mulai praktikum untuk kelas 12. Dari total 500 siswa di lima jurusan hanya 30% yang hadir. Untuk guru yang boleh hadir itu hanya yang mengajar mata pelajaran tersebut," ungkap Plt Kepala Sekolah Ayi Rohmat Sumirat, seperti dilaporkan Suara.com, Senin (22/3/2021).

Ati mengatakan, seharusnya siswa kelas XII SMK sendiri seharusnya melaksanakan praktik secara penuh selama setahun belakangan.

Namun terkendala gegara pandemi Covid-19, sehingga pihak sekolah mengkombinasikan praktikum kali ini dengan konsultasi menjelang pelaksanaan Ujian Kompetensi bagi siswa kelas 12 yang akan digelar bulan April mendatang.

"Dari aspek kompetensi tingkat keterampilannya beda dengan yang sebelumnya, karena tidak dilatih setiap saat. Kalaupun praktik di rumah misalnya untuk tata boga, kan tidak setiap anak punya alat masak sesuai standar kita," jelasnya.

Setiap siswa kelas XII yang menjalani praktikum kali ini hanya memiliki tiga kali kesempatan praktik sesuai bidang kejuruannya. Padahal normalnya, setiap anak setiap hari harus mengasah keterampilannya sebelum terjun ke industri yang sebenarnya.

"Kesempatan berlatihnya hanya tiga kali. Karena kalau normal, hampir tiap hari praktik. Ya karena waktunya terbatas, belum lagi harus bergiliran dengan jurusan lain karena pembatasan jumlah kehadiran. Tapi minimal kompetensi yang diasah ini menyesuaikan tuntutan yang mendesak di industri," jelasnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
X