Hak-hak Para Penghayat Sunda Wiwitan Cireundeu yang Terabaikan

- Kamis, 26 November 2020 | 12:50 WIB
Ketua Adat Kampung Cireudeu Abah Emen Sunarya.
Ketua Adat Kampung Cireudeu Abah Emen Sunarya.

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Kampung Adat Cireundeu menjadi simbol keberagaman budaya di Kota Cimahi. Di sisi lain wilayah ini juga menjadi kebanggaan bersama dengan statusnya sebagai Kampung Wisata Ketahanan Pangan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Cimahi Budi Raharja menuturkan, kekhasan Kampung Adat Cireundeu menjadi aset berharga yang harus dilestariakan dari sisi kebudayaan. Nilai-nilai guyub di sana juga patut menjadi contoh bagi masyarakat sekitar.

Namun di samping banyak hal positif yang bisa diambil dari Cireundeu, ada juga sisi kelam yang dirasakan warga penghayat Sunda Wiwitan di sana. Budi mengakui masih ada hak-hak warga Cireundeu yang belum terpenuhi, di antaranya terkait pelayanan dokumen kependudukan dan status tanah.

"Kalau terkait status tanah seperti sertifikat lahan itu kan kaitannya dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional). Jadi memang agak sulit mengurusnya," tutur Budi kepada Ayobandung.com, Rabu (18/11/2020).

Begitu juga urusan dokumen kependudukan, seperti kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal tersebut berkaitan dengan sistem di pemerintah pusat. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tidak bisa berbuat banyak.

"Tapi soal KTP dan dokumen kependudukan ini kami menampung aspirasi masyarakat juga. Ke depannya akan kami sampaikan pada lembaga yang bersangkutan agar masyarakat penghayat di Cireundeu bisa mencantumkan Sunda Wiwitan sebagai agamanya dan mendapat hak lainnya," ujar Budi.

Adapun untuk urusan yang menyangkut budaya dan pariwisata, Pemkot Cimahi sepenuhnya memberikan dukungan bagi Kampung Adat Cireundeu. Budi menyampaikan, pihaknya selalu memberikan pendampingan bagi warga adat. Belum lama ini, Pemkot telah memberikan bantuan untuk membangun jalan menuju Puncak Salam, salah satu spot wisata di Cireundeu.

Hal ini pun dibenarkan oleh Koordinator Bidang Budaya Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama Ira Indrawardana. Menurutnya, Pemkot setempat sudah memberikan dukungan yang cukup untuk pelestarian budaya di Kampung Adat Cireundeu. Namun untuk beberapa urusan masih belum bisa ditangani, karena harus melibatkan pemerintah pusat.

Pertama, untuk masalah pencantuman Sunda Wiwitan di kolom Agama KTP. Ira menyampaikan, para penghayat berhak mencantumkan identitas mereka sejelas-jelasnya. Menurutnya, kata-kata 'Penganut Kepercayaan' dalam kolom agama untuk penganut agama lokal sama sekali tidak tepat.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Cara Buat Kartu Kuning AK1 untuk Pencari Kerja

Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Ribuan Keping KTP di Kota Cimahi Dibakar, Ada Apa?

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:35 WIB
X