Ada Aturan Baru tentang KBMI, Operasional bank bjb Tidak Terpengaruh

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 20:32 WIB
Gedung bank bjb. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengubah pengelompokan perusahaan perbankan dari sebelumnya BUKU menjadi KBMI. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Gedung bank bjb. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengubah pengelompokan perusahaan perbankan dari sebelumnya BUKU menjadi KBMI. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengubah pengelompokan perusahaan perbankan dari sebelumnnya Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti atau KBMI.

Pengelompokan ini berlaku untuk seluruh bank umum, Kantor Cabang Bank Luar Negeri (KCBLN) serta bank umum syariah.

Perubahan kategorisasi tersebut diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12 /POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang dirilis pada Kamis 19 Agustus 2021 dan sebelumnya telah disahkan pada 30 Juli 2021. Meski terdapat perubahan, OJK menjamin bahwa kategorisasi yang baru tidak akan membebani perbankan dalam menjalankan usahanya.

Adapun kategorisasi berdasarkan KBMI dibagi ke dalam 4 kelompok sebagai berikut :

- KBMI 1 untuk bank dengan modal inti sampai dengan Rp 6 triliun.

- KBMI 2 untuk bank dengan modal intinya lebih dari Rp 6 triliun sampai dengan Rp 14 triliun.

- KBMI 3 adalah bank dengan modal inti sebesar Rp 14 triliun sampai dengan Rp 70 triliun.

- KBMI 4 ialah bank dengan modal inti lebih dari Rp 70 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana juga memastikan bahwa dengan diterapkannya aturan baru tersebut, tidak akan ada bank yang "naik" ataupun "turun kelas". Perusahaan perbankan tidak akan "terlempar" dari tier-nya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Peran bjb Gairahkan Perekonomian Desa Pascapandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:09 WIB
X