Kadin Indonesia dan BPKM Jalin Kerja Sama Penanaman Modal, Perluas Lapangan Kerja

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 15:31 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kiri) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang  Kerja Sama di Bidang Penanaman Modal, Jakarta, Jumat, 27 Agustus 2021. (dok. Kadin Indonesia)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kiri) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama di Bidang Penanaman Modal, Jakarta, Jumat, 27 Agustus 2021. (dok. Kadin Indonesia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjalin kerja sama bidang penanaman modal. Nota kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat, 27 Agustus 2021.

Arsjad Rasjid mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan penanaman modal di Indonesia. Menurutnya, meningkatnya penanaman modal akan memperluas lapangan kerja, yang akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan.

MoU tersebut, lanjutnya, selaras dengan Undang-Undang, yang mengamanatkan Kadin sebagai kemitraan pemerintah.

“Harapannya nota kesepahaman ini dapat mengakselerasi banyak hal yang dapat meningkatkan penanaman modal, memperluas lapangan kerja, yang akhirnya menumbuhkan perekonomian nasional, dan akhirnya mengurangi kemiskinan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Arsjad, nota kesepahaman ini merupakan lanjutan serta penyempurnaan dari nota kesepahaman antara BKPM dan Kadin Indonesia yang terjalin sejak tahun 2016 yang lalu. Ia berharap, nota kesepahaman tersebut telah mencakup banyak hal yang diperlukan bagi sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Kadin Indonesia.

“Ini adalah adendum ataupun lebih lanjut bagaimana program kerja sama antara Kadin Indonesia dan BKPM yang sekarang Kementerian Investasi/BKPM bisa berlanjut dan lebih mengarah,” ujarnya.

Adapun MoU tersebut mencakup beberapa hal, diantaranya: Pertukaran data dan informasi terkait berbagai peluang investasi, baik di pusat terutama di daerah; Penyelenggaran promosi bersama (joint promotion), baik yang sifatnya offline maupun online; Fasilitasi dari Kementerian Investasi bagi calon investor baik dari luar maupun dalam negeri, terkait kebutuhan konsultasi, pendampingan mendapatkan perizinan dan pendampingan penyelesaian berbagai isu serta terkait dengan online single submission (OSS) berbasis risiko. Termasuk dalam hal monitoring dan evaluasinya.

Selanjutnya terkait fasilitasi peluang-peluang investasi dari dalam ke luar negeri, dan; Fasilitasi kerjasama antara investor dari luar dengan investor dalam negeri serta pelaku usaha lokal, dalam berbagai bentuk seperti seminar, pameran, forum bisnis, kunjugan bisnis dan sejenisnya.

“Selain itu, dalam MOU ini juga kita sepakat untuk adanya kerjasama dalam hal perencanaan yakni misalnya penentuan prioritas, apakah itu sektor industri atau pun wilayah,” ungkap Arsjad.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nggak Ribet! Yuk Siapkan Keuanganmu Sebelum Mudik!

Minggu, 24 April 2022 | 11:00 WIB

Nggak Ribet! Yuk Siapkan Keuanganmu Sebelum Mudik!

Jumat, 22 April 2022 | 10:50 WIB
X