Benarkah Onlyfans Larang Konten Porno ? Ternyata Ini Penyebabnya

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 12:18 WIB
OnlyFans blokir konten pornografi mulai 1 Oktober 2021. (istimewa)
OnlyFans blokir konten pornografi mulai 1 Oktober 2021. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Onlyfans merupakan platform media sosial yang kerap dimanfaatkan untuk menjual konten porno. Namun belum lama ini, Pendiri OnlyFans, Tim Stokely menyampaikan kebijakan baru yang melarang para pengguna mengunggah konten porno.

Dilansir dari Suara.com, Indonesia sendiri, Onlyfans pernah menjadi pemberitaan hangat karena selebgram kembar The Connell Twins, yakni Christina O'Connell dan Carlina O'Connell disebut-sebut menjual konten pornografi di platform tersebut.  

Keduanya disebut menperoleh penghasilan fantastis dari platform tersebut. Pasalnya banyak pengguna yang telah berlangganan konten dari kedua selebgram tersebut.

Baca Juga: Lirik Lagu Pesan Terakhir dari Lyodra Ginting, Suaranya Bikin Merinding

Awal Mula Onlyfans Berdiri

Onlyfans didirikan oleh Timothy Stokley pada 2016. Platform ini telah memiliki kurang lebih 31 juta pengguna di seluruh dunia dan 500 ribu konten kreator yang telah terdaftar di dalamnya.

Pada dasarnya, Onlyfans adalah layanan berbayar untuk berlangganan konten eksklusif dari kreator. Namun sebagian besar kreator justru memanfaatkannya untuk menjual konten syur.

Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan Onlyfans yang memang mengizinkan para kreatornya mengunggah konten-konten ‘dewasa’ seperti foto, video, hingga chat seks.

Onlyfans memungkinkan penggunanya untuk mengunggah konten yang mengandung “NFSW” atau “Not Safe For Work”. Dengan demikian pengguna OnlyFans bisa  menampilkan foto dan video khusus dewasa dengan akses terbatas untuk penggemarnya. Untuk informasi, NFSW mengacu pada pada konten ‘dewasa’ yang tidak sepatutnya dikonsumsi oleh publik.

Seperti media sosial lainnya, dalam Onlyfans pengguna bisa membuat akun dan profil sendiri. Pengguna juga bisa mengunggah konten foto maupun video serta mendapatkan followers.

Baca Juga: Daftar 11 Patung di Bandung dari Pastor, Persib, Badak Putih, hingga Maung Bandung

Namun, karena terbatas maka membutuhkan akses khusus untuk bisa melihat konten dewasa di dalamnya.  Akses diperoleh dengan membayar sejumlah uang sesuai dengan paket yang yang ditawarkan oleh creator. Sebaliknya creator juga bisa mendapat penghasilan lewat konten terbatas yang dibeli oleh penggemar.

Kebijakan Onlyfans Larang pornografi

Baru-baru ini, Onlyfans berencana menerapkan kebijakan baru terkait konten pornografi. Per 1 Oktober 2021, Onlyfans memiliki wacana larangan untuk bagi penggunanya untuk mengunggah konten-konten berbau seksual yang eksplisit.

Perubahan kebijakan tersebut dilakukan karena desakan dari para mitra perbankan dan provider pembayaran terkait. Hal tersebut juga berkaitan dengan rencana Onlyfans untuk menarik pendanaan dari investor luar dengan target valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,4 miliar (kurs Rp 14.490).

Pendiri OnlyFans, Tim Stokely, ketika diwawancarai Financial Times (24/5) mengatakan platformnya “dipersulit” lembaga perbankan sehingga terpaksa mengeluarkan rencana kebijakan pelarangan konten seksual & pornografi sebelumnya.

Namun meski sudah ada larangan, tidak ada rincian tentang konten seperti apa apa yang nantinya tidak diperbolehkan tayang di Onlyfans.

Kebijakan Ini kemungkinan akan berpengaruh pada para kreator mengingat sejak pandemi banyak orang yang memanfaatkan platform ini untuk mendapatkan  penghasilan. Banyak para pekerja seks musisi hingga selebgram yang mencari pemasukan lewat platform  ini.

Baca Juga: Jokowi Beberkan Strategi Pemulihan Ekonomi Indonesia, Ada Program untuk UMKM

Namun kabar terbaru menyebutkan Onlyfans menunda rencana pembatasan konten pornografi itu. OnlyFans pada Rabu (25/8/2021) mengumumkan penangguhan rencana kebijakan yang melarang penggunanya mengunggah konten “perilaku seksual secara eksplisit.”

“Kami telah mengamankan jaminan yang dibutuhkan untuk mendukung komunitas kreator kami yang beragam dan menghentikan rencana pengubahan kebijakan yang sebelumnya direncanakan 1 Oktober mendatang,” tulis OnlyFans dalam akun Twitternya.

Tapi platform itu tidak menjawab langsung pertanyaan lebih detail mengenai maksud “jaminan yang sudah diamankan” tersebut.

Demikian penjelasan mengenai Onlyfans dan bagaimana cara kerjanya. Kita tunggu saja kabar selanjutnya perihal rencana pelarangan konten pornografi di platform tersebut.

Editor: Rizma Riyandi

Artikel Terkait

Terkini

X