Ekonomi Jawa Barat Triwulan III 2022 Tumbuh 6,07 Persen

- Rabu, 30 November 2022 | 09:30 WIB

AYOBANDUNG.COM - Perekonomian Jawa Barat Triwulan III 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 6,07 persen (yoy). Perekonomian Jawa Barat berdasarkan PDRB (ADHB) Triwulan III 2022 sebesar Rp616,18 triliun dan (ADHK) sebesar Rp400,35 triliun.

Berdasarkan pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,31 persen. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,58 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat Oktober sebesar 100,83 naik 0,37 sedangkan Nila Tukar Nelayan (NTN) Oktober 2022 sebesar 108,59 turun 0,42. Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat Agustus 2022 sebesar 8,31 persen (yoy) atau 2,13 Jt turun 1,51 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Jawa Barat Januari-September 2022 mencapai US$ 29,37 miliar atau meningkat 19,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. Demikian juga ekspor Nonmigas mencapai US$ 29,11 miliar atau meningkat 18,65 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan, baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, serta barang modal selama September 2022 mengalami kenaikan dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, masing-masing sebesar 39,21 persen, 8,23 persen, dan 28,65 persen.

Peran APBN sebagai Shock Absorber

Kinerja baik APBN berlanjut hingga Oktober 2022. APBN hadir di masyarakat, melalui belanja negara dan pembiayaan investasi yang terakselerasi. APBN Jawa Barat s.d. Oktober 2022 mencatat Surplus sebesar Rp30,65 triliun. Pendapatan Negara dengan tumbuh sebesar 37,31 persen atau dengan nominal sebesar Rp123,03 T yang didorong oleh peningkatan realisasi penerimaan dalam negeri terutama PPh, PPN dan PPnBM, Cukai, Bea Masuk serta PNBP. Kerja keras APBN melalui Belanja Negara sebagai shock absorber berfungsi melindungi masyarakat, mendukung sektor prioritas dan mendorong pemulihan ekonomi. Realisasi Belanja Negara mencapai Rp92,38 T atau 81,63 persen dari target APBN lebih baik dari tahun 2021 yang mencapai 79,65 persen. Realisasi belanja Pemerintah Pusat tercatat sebesar 69,19% dari total pagu. Realisasi terbesar terdapat pada Belanja Pegawai sebesar Rp15,34 T atau 80,31%, Belanja Sosial untuk bulan Oktober 2022 yang tumbuh tinggi realisasinya sebesar 51,48%.

Peran APBN sebagai shock absorber di tengah peningkatan dampak risiko global juga ditunjukkan oleh penyaluran program perlindungan sosial tambahan, yaitu berupa Bantuan Langsung Tunai BBM (BLT BBM) dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Bantuan tambahan tersebut melengkapi program perlinsos yang sudah ada sebelumnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, BLT Minyak Goreng, Bantuan Tunai PKL WN, Subsidi Bunga KUR, dan BLT Desa. Pemberian bantuan tambahan tersebut ditujukan untuk memberi manfaat lebih besar dan efektif bagi masyarakat bawah, serta agar dampak peningkatan risiko global tidak dirasakan terlalu dalam. Realisasi penyaluran KUR Jawa Barat s.d. Oktober 2022 sebesar Rp40,76 triliun kepada 947.478 debitur UMKM sedangkan realisasi penyaluran UMi bulan Oktober sebesar Rp1,15 triliun kepada 285.275 debitur UMKM.
Sementara itu, realisasi Transfer ke Daerah (TKDD) tumbuh positif sebesar 0,04% (yoy) dibandingkan Oktober tahun sebelumnya. Penyaluran TKDD s.d. 31 Oktober 2022 adalah sebesar Rp60,34 T atau 90,25% terhadap total Alokasi TKDD 2022, capaian ini lebih baik dibandingkan penyaluran TKDD per 31 Oktober 2021 sebesar 84,81% dengan nominal sebesar Rp60,32 T.Hal ini disebabkan adanya penyaluran tunggakan DBH, penyaluran DAU, DAK Fisik dan Dana Desa lebih baik apabila dibanding Oktober 2021.

Realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Untuk Penyediaan Lahan s.d. Oktober2022 mencapai 30,007T dan Realisasi PNBP Kekayaan Negara dan Lelang s.d. Oktober2022 maencapai 85,66% dari target yang ditetapkan.

Pendapatan Negara Melanjutkan Kinerja yang Baik

Dalam hal penerimaan Pajak mengalami pertumbuhan 43,57 (yoy). Terdapat lima sektor utama penopang penerimaan perpajakan di Jawa Barat pada bulan Oktober 2022 dengan kontribusi 79,90 persen terhadap total penerimaan pajak di Jawa Barat. Sektor utama tersebut meliputi Industri Pengolahan; Perdagangan Besar dan Eceran,Reparasi; Kegiatan Jasa lainnya; Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib; serta sektor Real Estat. PPh NonMigas dan PPN dan PPnBM mengalami pertumbuhan dominan 56,43 persen dan 32,96 persen hal ini menunjukkan semakin baiknya pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat Triwulan III 2022 yaitu sebesar 6,07 persen lebih tinggi dari nasional sebesar 5,72 persen.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pinjaman KUR BRI 2023 Ada Potongan, Cek Besarannya

Senin, 23 Januari 2023 | 21:04 WIB
X