Kinerja APBN Jawa Barat Mengalami Surplus

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:02 WIB

AYOBANDUNG.COM - Kinerja APBN Regional Jawa Barat bulan Agustus 2022 mengalami surplus, ditopang kinerja berbagai sektor salah satunya dari sisi pendapatan.

Kinerja pendapatan terus tumbuh dengan baik sebesar 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Pemulihan ekonomi akan terus berlangsung di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tekanan dan ketidakpastian. Kesehatan APBN menjadi hal penting yang harus dijaga untuk menciptakan sentimen positif. Dengan dijalankannya APBN secara adaptif dan fleksibel, diharapkan daya beli masyarakat semakin baik dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terus mengalami peningkatan.

Inflasi Jawa Barat bulan Agustus 2022 masih terkendali bahkan mengalami deflasi 0,06 persen dan diharapkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sampai dengan Triwulan III 2022 masih tumbuh positif di tengah kenaikan harga BBM di awal September 2022.

Realisasi Pendapatan Negara di Jawa Barat hingga akhir bulan Agustus 2022 tercatat sebesar Rp95,63 triliun atau 73,87 persen dari target APBN tahun 2022. Capaian tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp27,86 triliun dari periode yang sama tahun lalu, melanjutkan tren kinerja positif yang terjadi pada bulan Juli 2022.

Komponen Pendapatan Negara terbesar bersumber dari penerimaan perpajakan. Pendapatan sektor perpajakan sampai dengan bulan Agustus 2022 tercatat sebesar Rp92,06 triliun atau 73,59 persen dari target APBN. Sedangkan dari sektor penerimaan negara bukan pajak, realisasi pendapatannya mencapai Rp3,58 triliun atau 81,78 persen dari target 2022. Berdasarkan pertumbuhannya, realisasi perpajakan dan PNBP tumbuh sebesar 41,70 persen (yoy) dan 27,23 persen (yoy).

Capaian realisasi penerimaan perpajakan bersumber dari penerimaan pajak dan kepabeanan dan cukai. Dari sisi penerimaan pajak, Hingga akhir Agustus 2022 realisasi sektor pajak tercatat sebesar Rp65,93 triliun atau 74,22 persen terhadap target APBN.

Penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 48,19 persen secara (yoy). Pertumbuhan terbesar dan dominan ada pada penerimaan PPh Non Migas serta PPN dan PPNBM, masing-masing mengalami tumbuh sebesar 63,92 persen dan 33,73 persen. Kinerja pajak konsisten tumbuh positif karena kebijakan insentif pajak dan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat Jawa Barat.

Penerimaan perpajakan yang bersumber dari kepabeanan dan cukai di Jawa Barat, realisasi sampai dengan akhir Agustus 2022 mencapai sebesar Rp26,13 triliun atau 72,06 persen terhadap target APBN tahun 2022. Capaian tersebut mengalami pertumbuhan positif sebesar 27,59 persen (yoy). Kinerja kepabeanan dan cukai di Jawa Barat menunjukan kinerja yang positif baik dari komponen Bea Masuk maupun Cukai.

Realisasi penerimaan Bea Masuk sebesar Rp700,66 miliar atau 78,21 persen dari target dan mengalami peningkatan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar 59,14 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh kinerja impor Jawa Barat yang makin meningkat seperti impor minyak mentah dan turunannya, pembelian mesin dan perlengkapan elektronik, kain rajut dan lainnya. Sedangkan penerimaan dari komponen Cukai mencapai Rp25,43 triliun atau 71,91 persen dari target APBN 2022 dengan tumbuh sebesar 26,90 persen (yoy).

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kelebihan dan Kekurangan Kartu Kredit

Sabtu, 3 Desember 2022 | 08:30 WIB
X